Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Infeksi Virus Corona di AS Lampaui Angka Empat Juta

Amerika Serikat membutuhkan 98 hari untuk mencapai satu juta kasus pertama dari Virus Corona, tetapi hanya 16 hari untuk meningkat dari tiga juta menjadi empat juta, menurut perhitungan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 24 Juli 2020  |  07:49 WIB
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters
Suasana di California, Amerika Serikat, pada 22 Juni 2020. Sebagian orang tidak mengenakan masker meskipun negara itu masih didera pandemi Covid-19./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat (AS) hingga Kamis (23/7/2020), malam  mencatat lebih dari empat juta infeksi Virus Corona baru penyebab wabah Covid-19 sejak kasus pertama dikonfirmasi pada Januari yang mencerminkan peningkatan pandemi secara cepat.

Amerika Serikat membutuhkan 98 hari untuk mencapai satu juta kasus pertama dari Virus Corona, tetapi hanya 16 hari untuk meningkat dari tiga juta menjadi empat juta, menurut perhitungan.

Secara keseluruhan menunjukkan bahwa setidaknya satu dari 82 orang Amerika Serikat (AS) telah terinfeksi.

Jumlah rata-rata kasus baru  Covid-19 sekarang meningkat lebih dari 2.600 per jam secara nasional sekaligus menjadi yang tertinggi di dunia.

Setelah episentrum wabah AS menyebar dari New York ke wilayah selatan dan barat, para pejabat federal dan negara bagian berselisih pendapat tentang cara untuk memudahkan penguncian yang terkait dengan kegiatan bisnis.

Persyaratan bahwa penduduk wajib mengenakan masker di depan umum telah menjadi subjek perpecahan politik yang sengit.

Alasannya, banyak kalangan konservatif berpendapat bahwa perintah semacam itu melanggar Konstitusi AS.

Presiden AS Donald Trump, seorang Republikan yang telah menolak peraturan masker nasional dan enggan memakainya sendiri, minggu ini berbalik arah dan mendorong orang Amerika Serikat untuk melakukannya.

"Kita harus melakukan langkah-langkah mitigasi kita: Pakai masker, hindari keramaian. Kita tidak akan melihat rawat inap dan kematian turun selama beberapa minggu, tetapi kita mengubah gelombang itu," kata Asisten Menteri Kesehatan AS, Brett Giroir  kepada Fox News Network dalam sebuah wawancara seperti dikutip ChannelNewsAsia.com, Jumat (24/7/2020).

Giror juga mendorong dipercepatnya hasil tes keluar. Sedangkan Quest Diagnostics, salah satu perusahaan pengujian medis terbesar di negara itu, menyatakan bahwa mereka akan memotong waktu untuk mengetahui hasil  tes Covid-19 menjadi  seminggu untuk mencapai level "dapat diterima" pada bulan September.

Presiden Trump bahwa sejumlah negara bagian bercuaca panas mungkin perlu menunda membuka kembali sekolah beberapa minggu, tetapi mendorong sebagian besar siswa untuk dapat kembali ke ruang kelas di musim gugur.

"Mereka harus membuka," katanya.

Sekolah telah menjadi titik pertikaian lainnya. Di Florida, serikat guru telah menuntut untuk menghentikan pengajaran di kelas. Florida melaporkan rekor satu hari peningkatan angka kematian menjadi 173 orang.

Komisaris Kesehatan Florida menyatakan awal bulan ini bahwa sekolah harus dibuka kembali, tetapi Gubernur Ron DeSantis, seorang Republikan, mengatakan bahwa orang tua harus memiliki pilihan untuk menjaga anak-anak mereka di rumah.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat Virus Corona covid-19
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top