Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Klaim Pengangguran AS Meningkat Pekan Lalu, Pertama Kali Sejak Maret

Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (23/7/2020), klaim pengangguran awal mencapai 1,42 juta orang untuk pekan yang berakhir pada 18 Juli atau bertambah sebanyak 109.000 dari pekan sebelumnya.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  20:22 WIB
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif
Warga berjalan di sekitar Times Square saat beberapa layar bercahaya biru sebagai bagian dari inisiatif "Light It Blue" untuk menghormati tenaga kesehatan, saat penyebaran penyakit virus corona (Covid-19) di New York, Amerika Serikat, Kamis (23/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Jumlah permohonan untuk tunjangan pengangguran di Amerika Serikat meningkat pekan lalu, untuk pertama kalinya sejak Maret.

Perkembangan ini mensinyalkan mandeknya pasar tenaga kerja tepat ketika bantuan federal menyusut untuk masyarakat dan perusahaan.

Menurut data Departemen Tenaga Kerja AS yang dirilis Kamis (23/7/2020), klaim pengangguran awal mencapai 1,42 juta orang untuk pekan yang berakhir pada 18 Juli atau bertambah sebanyak 109.000 dari pekan sebelumnya.

Jumlah tersebut lebih tinggi dari proyeksi para ekonom dalam survei Bloomberg yang memperkirakan klaim awal akan mencapai 1,3 juta, dengan kisaran proyeksi antara 1-1,55 juta.

Sementara itu, berdasarkan basis penyesuaian non-musiman, jumlah klaim menurun dari pekan sebelumnya. Tercatat ada 16,2 juta orang yang mengajukan tunjangan berkelanjutan melalui program-program tersebut pada periode yang berakhir 11 Juli.

Menyusul laporan ini, kontrak berjangka indeks saham AS memangkas kenaikannya. Data tersebut mengindikasikan meningkatnya pemutusan kerja (PHK) ketika lonjakan kasus baru infeksi virus Corona (Covid-19) mendorong sejumlah negara bagian untuk menghentikan pembukaan kembali (reopening).

Tantangan lain untuk pasar tenaga kerja termasuk potensi berakhirnya masa depan tunjangan pengangguran tambahan federal dan perjuangan banyak bisnis yang bergantung pada interaksi individu secara langsung.

Data lain yang dirilis pekan ini menggarisbawahi potensi pasar tenaga kerja yang memburuk. Survei mingguan oleh Biro Sensus menunjukkan jumlah warga Amerika yang dipekerjakan turun sekitar 6,7 juta dari pertengahan Juni hingga pertengahan Juli.

Sementara itu, lebih dari separuh penutupan bisnis dalam survei Yelp bersifat permanen. Ini menunjukkan bahwa sebagian pekerjaan yang hilang tidak akan kembali dalam waktu dekat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pengangguran tingkat pengangguran

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top