Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Jokowi Minta LPDB Segera Kucurkan Dana Rp1 Triliun ke Koperasi

Jokowi mengatakan dana Rp1 triliun itu disiapkan untuk membantu likuiditas koperasi sehingga dapat leluasa menyalurkan kredit kepada para UMKM yang menjadi anggotanya. 
Aprianus Doni Tolok
Aprianus Doni Tolok - Bisnis.com 23 Juli 2020  |  14:14 WIB
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5 - 2020)/Biro Pers Media Istana.
Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas percepatan penanganan pandemi Covid-19 melalui video conference dari Istana Merdeka, Jakarta, Senin (18/5 - 2020)/Biro Pers Media Istana.

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Joko Widodo memerintahkan Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) untuk segera menyalurkan dana Rp1 triliun kepada koperasi.

Jokowi mengatakan dana Rp1 triliun itu disiapkan untuk membantu likuiditas koperasi selama masa pandemi Covid-19. Dengan demikian, koperasi dapat leluasa menyalurkan kredit kepada para UMKM yang menjadi anggotanya. 

“Dana Rp1 triliun yang sudah disiapkan melalui LPDB ini agar segera disalurkan kepada mitra koperasi secepatnya agar juga bisa diteruskan kepada para anggotanya,” kata Jokowi dalam ratas mengenai Penyaluran Dana Bergulir untuk Koperasi Dalam Rangka Pemulihan Ekonomi Nasional di Istana Negara, Jakarta, Kamis (23/7/2020). 

Dia berharap perekonomian Indonesia pada kuartal ketiga tahun ini akan membaik. Oleh sebab itu, Presiden berharap agar kabinetnya bisa mempercepat belanja anggaran negara guna mendukung perputaran roda perekonomian.

"Kita hanya punya waktu untuk ungkitan ini [pada] Juli, Agustus, dan September. Kalau kita bisa mengungkit ini, Insya Allah nanti di kuartal 4 lebih mudah dan tahun depan kita akan jauh lebih mudah," ujarnya. 

Jokowi mengingatkan bahwa penyederhanaan proses penyaluran juga penting untuk mempercepat pemulihan kondisi koperasi dan para pelaku UMKM di bawahnya.

Di sisi lain, pemerintah juga tengah menyalurkan bantuan modal kerja produktif kepada 12 juta pelaku UMK dengan total nilai mencapai Rp381 miliar. 

Jokowi berharap dengan semua stimulus tersalurkan dengan cepat dan tepat sasaran maka akan sangat mendongkrak pertumbuhan perekonomian nasional yang terpukul akibat pandemi Covid-19.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Teten Masduki menyatakan kementeriannya telah menyiapkan tiga langkah dalam upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN) bagi koperasi dan UKM yang terdampak Covid-19.

"Kami melalui LPDB [Lembaga Pengelola Dana Bergulir] telah menyiapkan tiga fase program pemulihan operasi. Yang pertama adalah fase program survival," kata Teten.

Fase kedua dalam PEN adalah alokasi tambahan pembiyaan sebesar Rp1 triliun kepada koperasi dengan bunga 3 persen menurun lalu atau sekitar 1,5 persen flat per tahun untuk menjangkau sekitar 4,8 juta UMKM anggota koperasi.

Fase yang ketiga adalah Kemenkop telah menyiapkan sejumlah kebijakan untuk memudahkan akses pembiayaan Koperasi dan UKM dengan bunga ringan dan pendampingan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi umkm koperasi
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top