Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Raja Salman Masuk Rumah Sakit, Pangeran MbS Segera Naik Tahta?

Raja Salman menjadi penguasa berusia lanjut kedua dari negara Teluk Arab yang dirawat di rumah sakit dalam waktu kurang dari sepekan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 20 Juli 2020  |  18:45 WIB
Pangeran Mohammad bin Salman - Reuters
Pangeran Mohammad bin Salman - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Raja Salman bin Abdulaziz, penguasa Kerajaan Arab Saudi dikabarkan menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Riyadh pada Senin (20/7/2020) pagi waktu setempat. Raja Salam dirawat untuk menjalani pemeriksaan medis.

Mengutip pernyataan dari pihak kerajaan, Saudi Press Agency melaporkan bahwa Raja Salman sedang menjalani tes medis di King Faisal Specialist Hospital setelah didiagnosis mengalami peradangan kantong empedu.

Perawatan yang tengah dijalani Raja Salman memaksa ditundanya kunjungan kenegaraan Perdana Menteri Irak Mustafa Al-Kadhimi pada Senin (20/7/2020).

Melalui Twitter, menteri luar negeri Saudi menerangkan kunjungan itu, yang merupakan perjalanan luar negeri pertama Kadhimi sejak pengangkatannya pada Mei, akan ditunda sampai Raja Salman keluar dari rumah sakit.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada perincian lebih lanjut tentang kondisi penguasa berusia 84 tahun tersebut.

Raja Salman menjadi penguasa berusia lanjut kedua dari negara Teluk Arab yang dirawat di rumah sakit dalam waktu kurang dari sepekan.

Pada Minggu (19/7/2020), Kuwait tiba-tiba mengumumkan bahwa Sheikh Sabah Al-Ahmed Al-Sabah, 91, masuk rumah sakit pada hari sebelumnya untuk melakukan pemeriksaan dan menjalani operasi yang telah berhasil dilalui.

Beberapa peran dan tugas Emir Kuwait tersebut untuk sementara waktu diambil alih oleh Putra Mahkota Sheikh Nawaf Al-Ahmed Al-Sabah, demikian dilansir Bloomberg.

Kabar mengenai rawat inap keduanya menambah ketidakpastian yang menimpa dua negara penghasil minyak dunia ini di tengah upaya untuk memerangi krisis dari gejolak pasar minyak mentah dan pandemi Covid-19.

Para pejabat Saudi telah mengatakan Raja Salman dalam kondisi fisik yang baik dan menampik spekulasi bahwa ia akan turun tahta demi putranya Putra Mahkota Mohammed bin Salman (MbS). Namun dalam praktiknya, sang pangeran telah menjadi penguasa de facto Saudi sejak 2017.

Di bawah arahan Pangeran Mohammed bin Salman, pengekspor minyak mentah terbesar di dunia itu, bersama dengan Rusia, mendorong anggota OPEC dan aliansinya untuk mengurangi produksi serta menopang harga minyak dalam menghadapi Covid-19.

Upaya pemangkasan produksi yang telah mengerek harga minyak mentah Brent naik lebih dari dua kali lipat sejak pertengahan April menjadi US$43 per barel direncanakan akan mengendur bulan depan.

Menurut raksasa minyak BP Plc., Arab Saudi memompa 10,1 juta barel minyak mentah per hari tahun lalu atau sekitar 12 persen dari total produksi dunia. Adapun Kuwait, produsen OPEC terbesar keempat, memompa sekitar 2,7 juta barel per hari.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak arab saudi raja salman
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top