Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ratusan Kreditur KSP Indosurya Mulai Urus Pengembalian Dana

Ribuan anggota atau kreditur telah bersepakat berdamai dengan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta dalam perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) koperasi tersebut.
Herdiyan
Herdiyan - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  04:50 WIB
Anggota KSP Indosurya lansia, sakit, serta yang membutuhkan dana segera yang menjadi prioritas, mulai mencairkan dananya di kantor KSP Indosurya, Jakarta. - Istimewa
Anggota KSP Indosurya lansia, sakit, serta yang membutuhkan dana segera yang menjadi prioritas, mulai mencairkan dananya di kantor KSP Indosurya, Jakarta. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Ribuan anggota atau kreditur telah bersepakat berdamai dengan pengurus Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Indosurya Cipta dalam perkara penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) koperasi tersebut.

Di antara mereka, terutama yang lanjut usia dan kondisi sakit, sudah mengurus klaim pengembalian dana dari KSP itu, sejak Selasa (14/7/2020).

“Sejauh ini sudah ratusan nasabah atau kreditur yang mendaftar dengan memprioritaskan lanjut usia dan nasabah sakit,” kata Ketua Pengurus KSP Indosurya Cipta, Sonia dalam keterangan pers, Kamis (16/7/2020).

Proses pendaftaran kreditur prioritas untuk lansia dan kondisi sakit dibuka pada 14-21 Juli 2020 dengan sistem daring atau datang langsung ke Grha Surya Kuningan, Jakarta Selatan.

Sonia menjelaskan, bagi nasabah yang sakit dapat dikuasakan dengan melampirkan rekam medis dari rumah sakit, kartu tanda penduduk, bilyet, dan surat kuasa yang identitasnya tidak sesuai bilyet.

Anggota KSP yang berada di Jakarta maupun luar Jakarta dapat mengurus dananya secara daring melalui laman dengan alamat poskoindosuryaksp.com dengan mengikuti arahan dan petunjuk.

Ini dilakukan untuk memenuhi protokol kesehatan dan mencegah penyebaran pandemi Covid-19. Di saat yang sama, pendaftaraan daring juga ditujukan agar memudahkan anggota KSP Indosurya.

Sejak Selasa-Kamis ini, tercatat jumlah nasabah yang mendaftar secara daring mencapai 140 orang, sedangkan nasabah yang hadir langsung di kantor KSP Indosurya sebanyak 110 orang.

Terkait dengan posko ini, kuasa hukum salah satu nasabah, Nadhira Marianda Fitri dari Hads partnership, menyebutkan pihaknya memilih mendaftar langsung ke Indosurya. Anggota yang diwakili mereka dalam kondisi sakit.

Nadhira menuturkan pengurus Indosurya meminta dokumen rekam medis dari rumah sakit, KTP nasabah, dan bilyet untuk pendaftaran penggantian uang kreditur.

“Datang langsung karena memasukkan dokumen rekam medis salah satu nasabah dan untuk mendapatkan penjelasan lebih rinci,” ujar Nadhira.

Dirinya mewakili sembilan kreditur mayoritas berusia 60-70 tahun, serta nasabah yang sakit dengan total dana hampir mencapai Rp40 miliar.

Dia menekankan, sebagian banyak kreditur berusia renta dan keperluan mendesak untuk biaya berobat, memang perlu dipermudah pengurusan dananya. Mereka juga mendukung proposal perdamaian.

“Klien ingin pembayaran lebih manusiawi dan tidak mau pailit,” tutur Nadhira.

Nasabah lainnya, Gunawan, berharap sama. Dia mengurus sendiri klaimnya, dan berharap KSP Indosurya mempercepat proses pengembalian uang kreditur. Dia mengaku mengurus pengembalian dana untuk biaya pengobatan yang mendesak.

“Saya harap segera direalisasikan karena perlu untuk biaya pengobatan,” tutur pria lanjut usia itu.

Sebelumnya, di persidangan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, pengambilan voting PKPU KSP Indosurya dilakukan pada Kamis (9/7/2020).

Sebanyak 73,41% menyatakan sepakat dengan rencana perdamaian Indosurya dan 26,59% menolak damai. Kesimpulannya, proposal perdamaian yang ditawarkan Indosurya mayoritas diterima nasabah yang dihadiri 4.724 anggota mewakili 1,1 juta anggota lainnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KSP Indosurya Cipta
Editor : Herdiyan
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top