Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menag : Tak Boleh Ada Proyek Mangkrak Hengki-Pengki

Kementerian Agamna segera membenahi berbagai proyek mangkrak. "Tak boleh serakah, tak boleh hengki-pengki," kata Menag Fachrul Razi.
M. Syahran W. Lubis
M. Syahran W. Lubis - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  18:38 WIB
Menteri Agama Fachrul Razi - Kemenag.go.id
Menteri Agama Fachrul Razi - Kemenag.go.id

Bisnis.com, JAKARTA – Proyek-proyek mangkrak di lingkungan Kementerian Agama segera dibenahi. Sebagai langkah awal, Menag Fachrul Razi meminta para kuasa pengguna anggaran (KPA) untuk menginventarisasi proyek-proyek tersebut dan menyiapkan solusinya.

"Mulai sekarang benahi sistem. Jangan pernah ada pemikiran serakah, hengki-pengki, dan jangan pernah lagi berpikir mangkrak,” ungkapnya dalam Rapat Koordinasi Evaluasi Pelaksanaan Pengawasan Atas Konstruksi Dalam Pengerjaan (KDP) Kemenag pada Jumat (17/7/2020)

Fachrul Razi menegaskan kalau ada lagi proyek mangkrak, dia akan menuntut panitia lelangnya. “Harus ada solusi terkait proyek yang mangkrak, misalnya dianggarkan kembali melalui dana APBN," ujarnya sebagaimana dilansir laman resmi Kemenag.

Menurut Menag, dalam proses pengawasan, Inspektorat Jenderal harus benar-benar melihat jangan sampai muncul pemenang lelang mengada-ada.

“Setiap ada lelang harus ada suvervisi. Terhadap proyek yang mangkrak untuk segera dilakukan inventaris lengkap dengan penilaian sebelum diajukan kembali. Terkait proyek mangkrak, inventarisasi, lakukan penilaian, nanti kita ajukan dan awasi bersama," tegas Fachrul Razi.

Plt. Irjen Kemenag Muhammad Tambrin mengatakan ada sejumlah faktor yang menyebabkan proyek terkendala di antaranya anggaran tidak cukup, sehingga tidak dianggarkan pada tahun berikutnya seperti yang terjadi pada 13 satuan kerja.

"Ada juga karena terkendala hukum dan kesalahan administrasi, sehingga perlu ada perbaikan dalam pencatatan. Data yang kami miliki terdapat 49 kesalahan administrasi. Ini menyangkut aset Kementerian Agama, jadi harus benar-benar dimanfaatkan," ujar Thambrin. 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenag
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top