Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Asap Kebakaran Hutan tak akan Sebarkan Virus Covid-19

Asap kebakaran hutan diyakini tidak menjadi media penyebaran virus Covid-19, karena suhunya tinggi sehingga virusnya malah mati.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 17 Juli 2020  |  13:15 WIB
Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/2). - Antara/FB Anggoro
Asap mengepul dari kebakaran lahan gambut di Kecamatan Tanah Putih Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, Selasa (21/2). - Antara/FB Anggoro

Bisnis.com, JAKARTA - Asap kebakaran hutan diyakini tidak menjadi media penyebaran virus Covid-19, karena suhunya tinggi sehingga virusnya malah mati.

Dokter paru Rumah Sakit Persahabatan dr. Andika Chandra Putra memperkirakan Virus Corona tidak menempel pada partikel asap dari potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) karena asap tersebut bersuhu tinggi sehingga tidak memungkinkan Covid-19 berkembang biak.

"Logikanya kalau itu merupakan hasil dari kebakaran hutan, tentu suhunya tinggi. Kalau suhunya tinggi seharusnya virus bisa mati," kata Andika seperti dilaporkan Antara, Jumat (17/7/2020).

Namun, dia mengingatkan bahwa asap yang ditimbulkan dari kebakaran hutan dan lahan dapat mengganggu mekanisme pertahanan tubuh, sehingga akan memperburuh kondisi orang yang sakit karena tertular Covid-19.

"Seseorang yang menderita Covid-19 juga bisa menjadi lebih berat lagi kondisinya karena terinhalasi zat-zat kebakaran tadi," ujarnya.

Menutu Andika, partikel virus SARS-CoV-2, penyebab Covid-19, dapat menempel pada partikel lain, termasuk partikel pada asap.

Ia memperkirakan bahwa partikel Covid-19 tersebut hanya akan menempel para droplet yang dikeluarkan penderita melalui batuk dan bersin yang kemudian pada droplet dengan partikel lebih besar dapat menular dalam jangkauan 1-2 meter, tetapi pada mikrodroplet dengan partikel yang lebih kecil virus tersebut dapat melayang-layang di udara selama beberapa waktu tertentu dalam jangkauan 6-10 meter.

"Jadi untuk yang large droplet-nya 1 sampe 2 meter. Tapi kalau yang mikrodroplet ini atau small droplet ini jangkauannya bisa 6 sampai 10 meter. Sehingga kalau itu berada di ruangan tertutup, risiko penularannya lebih besar," ujar Andika.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 Kabut Asap kebakaran hutan

Sumber : Antara

Editor : Sutarno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top