Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ekonomi Perlahan Bangkit, Bank Sentral Korsel Tahan Suku Bunga

Bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga acuannya di tengah tanda-tanda kebangkitan ekonomi secara perlahan dari cengkeraman dampak pandemi Covid-19.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 16 Juli 2020  |  08:52 WIB
Pejalan kaki menyeberang di jalan menuju pintu masuk ke museum Bank of Korea (BOK) yang terdapat di tengah kompleks kantor pusat Bank of Korea di Seoul, Korea Selatan. - Bloomberg/Jean Chung
Pejalan kaki menyeberang di jalan menuju pintu masuk ke museum Bank of Korea (BOK) yang terdapat di tengah kompleks kantor pusat Bank of Korea di Seoul, Korea Selatan. - Bloomberg/Jean Chung

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral Korea Selatan mempertahankan suku bunga acuannya di tengah tanda-tanda kebangkitan ekonomi secara perlahan dari cengkeraman dampak pandemi Covid-19.

Dalam pertemuan dewan gubernur yang berakhir Kamis (16/7/2020), Bank of Korea (BOK) memutuskan untuk mempertahankan suku bunga acuannya di level 0,5 persen.

Keputusan tersebut sejalan dengan proyeksi 19 dari 21 analis dalam survei Bloomberg, sedangkan dua analis lainnya memprediksi pemangkasan sebesar 25 basis poin.

Langkah ini ditopang perbaikan tingkat pengangguran dan peningkatan kepercayaan di kalangan bisnis dan konsumen karena pihak otoritas berhasil menjaga penyebaran Covid-19 di dalam negeri tetap terkendali.

Naiknya harga rumah yang menjadi perhatian utama pemerintah, mungkin juga membuat dewan ragu untuk mengambil tindakan lebih lanjut yang akan membuat biaya pinjaman lebih murah dan dapat meningkatkan spekulasi.

"Tekad pemerintah untuk membatasi permintaan dan mengendalikan pasar properti akan menjadi kendala pada penurunan suku bunga lebih lanjut,” ujar ekonom di Meritz Securities Stephen Lee sebelum rilis keputusan, seperti dilansir Bloomberg.

BOK telah mengambil serangkaian langkah untuk melindungi ekonomi dari dampak pandemi, antara lain dengan memangkas suku bunganya sebesar 75 basis poin, memasok likuiditas, dan membeli obligasi untuk menstabilkan pasar keuangan.

Pemerintah juga telah mengimplementasikan rekor stimulus dalam tiga anggaran ekstra sepanjang tahun ini.

Namun, para analis memangkas proyeksi mereka untuk ekonomi Korea Selatan ketika ekspor, mesin pertumbuhan terbesar Negeri Ginseng, terus menghadapi hambatan.

Sementara itu, BOK melihat ekonomi akan terkontraksi tahun ini, untuk pertama kalinya sejak akhir krisis keuangan Asia tahun 1990-an.

Meski demikian, perkiraan terbaru BOK yang dibuat pada Mei sedikit lebih optimistis daripada konsensus di antara para analis sektor swasta. Otoritas moneter Korsel ini memperkirakan kontraksi sebesar 0,2 persen, sedangkan proyeksi analis mencapai -0,6 persen.

Pasar selanjutnya akan menantikan pernyataan Gubernur BOK Lee Ju-yeol dalam konferensi pers pascarilis keputusan suku bunga hari ini guna mendapat tanda-tanda mengenai proyeksi ekonomi lebih lanjut oleh BOK pada Agustus.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan bank of korea
Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top