Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kepercayaan Konsumen Bangkit, Tingkat Pengangguran di Korsel Turun Tipis

Turunnya angka pengangguran sejalan dengan peningkatan kepercayaan konsumen dan bisnis dalam beberapa pekan terakhir, dan juga angka ekspor.
Hadijah Alaydrus
Hadijah Alaydrus - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  09:10 WIB
Distrik Itaewon di Seoul, Korea Selatan, pusat kehidupan malam yang dipenuhi nightclubs. Tampak semua pengunjung mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. - Bloomberg
Distrik Itaewon di Seoul, Korea Selatan, pusat kehidupan malam yang dipenuhi nightclubs. Tampak semua pengunjung mengenakan masker untuk mencegah penularan Covid-19. - Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA - Tingkat pengangguran di Korea Selatan mengalami penurunan pada Juni 2020 di tengah upaya pemerintah mengenjot penciptaan lapangan kerja.

Kendati turun secara tidak terduga, tingkat pengangguran di Negeri Ginseng ini tetap jauh di atas level sebelum pandemi melanda. Tingkat pengangguran turun tipis menjadi 4,3 persen dari level tertinggi selama 10 tahun sebesar 4,5 persen pada Mei. Korea Selatan telah kehilangan 352.000 pekerjaan dari tahun sebelumnya dan mengalami penurunan selama empat bulan berturut-turut menurun.

Turunnya angka pengangguran sejalan dengan peningkatan kepercayaan konsumen dan bisnis dalam beberapa pekan terakhir, dan juga angka ekspor. Pemerintah Korea Selatan telah menjanjikan ratusan triliun won untuk menghidupkan kembali momentum ekonomi, termasuk pendanaan dalam rangka membantu bisnis mempertahankan pekerja.

"Insentif pemerintah untuk mencegah PHK pada dasarnya menyatukan pasar kerja," kata seorang profesor ekonomi di Universitas Kookmin Seoul Ryoo Jae-woo.

Jae-woo menilai angka-angka tersebut mungkin menutupi risiko pemburukan. Lebih lanjut, dia memperkirakan banyak perusahaan yang mungkin mulai memangkas karyawan jika ekonomi melambat lebih lanjut.

Laporan pasar tenaga kerja terbaru muncul ketika pemerintah menggandakan ukuran proyek 'New Deal', yang berfokus pada penciptaan teknologi dan pekerjaan di sektor hijau, menjadi 160 triliun won (US$133 miliar).

Pemerintah Korea Selatan bertujuan untuk menciptakan 1,9 juta pekerjaan di industri yang akan mendorong pertumbuhan setelah pandemi. Korea Selatan menetapkan kenaikan upah minimum pada rekor rendah sebesar 1,5% untuk tahun 2021, sebuah keputusan yang dianggap mencerminkan kondisi bisnis berat jika wabah berlanjut.

Sektor ritel, penginapan dan restoran adalah yang paling terpukul setelah kehilangan 361.000 pekerjaan. Manufaktur kehilangan 65.000 pekerjaan, sementara 62.000 pekerjaan hilang di bidang konstruksi. Layanan publik dan perusahaan perorangan mencatat peningkatan sebesar 64.000 pekerjaan, dan pertanian menambahkan 52.000 pekerjaan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

korea selatan pengangguran

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top