Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bukan Lagi ODP dan PDP, Ini Terminologi Baru yang Digunakan Gugus Tugas Covid-19

Reisa Broto Asmoro mengatakan revisi yang dilakukan antara lain perubahan fokus tes PCR untuk menjaring kasus baru dan mengubah terminologi baku sesuai yang digunakan secara internasional.
Mutiara Nabila
Mutiara Nabila - Bisnis.com 15 Juli 2020  |  18:32 WIB
Sejak 8 Juni 2020dr Reisa Broto Asmoro tampil mendampingi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dokter Achmad Yurianto. - Youtube
Sejak 8 Juni 2020dr Reisa Broto Asmoro tampil mendampingi Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dokter Achmad Yurianto. - Youtube

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah baru-baru ini kembali melakukan revisi pada buku Pedoman Pencegahan Pengendalian Covid-19. Salah satu revisinya adalah menggunakan terminologi yang digunakan secara internasional.

Tim Komunikasi Publik Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Reisa Broto Asmoro mengatakan revisi yang dilakukan antara lain perubahan fokus tes PCR  untuk menjaring kasus baru dan mengubah terminologi baku sesuai yang digunakan secara internasional.

“Kini Indonesia akan memakai terminologi baku seperti kasus suspek, kasus probable, kontak erat, kasus konfirmasi dengan gejala [simptomatik] atau kasus konfirmasi tanpa gejala [asimptomatik],” kata Reisa, Rabu (15/7/2020).

Sebutan lainnya untuk pengganti orang dalam pengawasan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP) antara lain adalah pelaku perjalanan, discharted, selesai isolasi dan kematian.

“Pemerintah akan menyampaikan sosialisasi dan perkembangan kasus sampai semua terinformasi dengan baik,” imbuhnya.

Reisa menyebut Gugus Tugas Covid-19 menargetkan bisa melakukan tes untuk 30.000 spesimen setiap harinya. Untuk mencapai hal tersebut, perlu tambahan alat, teknologi, dan juga tenaga ahli.

“Hal itu juga untuk melancarkan amanat Presiden untuk melakukan 3T, testing, tracing, dan treatment. Saat ini jumlah tracing sudah terus meningkat. Sedangkan perawatan di rumah sakit sudah lebih dulu mengalami kemajuan dengan rasio okupansi rumah sakit Covid-19 di kisaran 50 persen,” jelasnya.

Adapun, sampai saat ini tingkat kesembuhan juga terus meningkat dengan isolasi mandiri menjadi pilihan utama bagi ribuan pasien positif Covid-19 yang sudah memahami bahwa mereka bisa menularkan virus meskipun mereka merasa sehat.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 gugus tugas
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top