Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Perekomian Wuhan Berangsur Pulih Setelah Pandemi

Pada bulan Mei, output pabrik, penjualan ritel, dan ekspor di kota itu tidak mendekati level yang sama seperti tahun lalu meskipun beberapa pabrik bekerja seperti biasa selama lockdown berlangsung dan aktivitas normal telah dimulai kembali sejak bulan April.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 11 Juli 2020  |  15:55 WIB
Sepasang orang tua beserta bayinya menggunakan pakaian pelindung saat berada di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China, yang menjadi pusat wabah virus corona jenis baru COVID-19 pada Jumat (10/4/2020)./Antara - Reuters
Sepasang orang tua beserta bayinya menggunakan pakaian pelindung saat berada di Bandara Internasional Tianhe Wuhan, ibu kota Provinsi Hubei, China, yang menjadi pusat wabah virus corona jenis baru COVID-19 pada Jumat (10/4/2020)./Antara - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Tiga bulan setelah memulai kembali ekonominya, pemulihan Wuhan yang tidak merata menawarkan sekilas gambaran jalan berliku untuk kembali ke normalitas setelah dilanda virus corona.

Pada bulan Mei, output pabrik, penjualan ritel, dan ekspor di kota itu tidak mendekati level yang sama seperti tahun lalu meskipun beberapa pabrik bekerja seperti biasa selama lockdown berlangsung dan aktivitas normal telah dimulai kembali sejak bulan April.

Konsumsi swasta terus memperlambat produksi pabrik, mencerminkan perbedaan yang terlihat di seluruh China.

Ketika orang-orang mulai beraktivitas seperti biasa di luar rumah, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, gelombang kedua virus corona muncul di Wuhan dan sekali lagi membuat kota ini berada di puncak krisis.

Pembatasan kembali diberlakukan dan pemerintah daerah melakukan pengujian terhadap 11 juta populasinya hanya dalam waktu dua pekan. Sejak saat itu, tidak ada satu pun penambahan kasus infeksi.

"Tracjectory ekonomi Wuhan dan seluruh China menunjukkan pemulihan pasca-virus akan berlangsung cepat meskipun selalu ada dua kemungkinan. Gelombang kecil infeksi baru kemungkinan akan terus terjadi selama pemulihan, tetapi mungkin tidak akan berdampak pada momentum ekonomi yang lebih luas," kata Wen Bin, seorang peneliti di China Minsheng Banking Corp di Beijing, seperti dikutip melalui Bloomberg, Sabtu (11/7).

Hujan deras baru-baru ini di Wuhan juga membuat konsumsi sulit pulih, kata Wen.

Hujan deras dan mengakibatkan banjir di China selatan telah mempengaruhi lebih dari 30 juta orang dan menyebabkan kerugian ekonomi 61,8 miliar yuan atau senilai US$8,8 miliar, China Central Television melaporkan pada Jumat (11/7), mengutip data pemerintah.

Pemerintah telah mengeluarkan langkah-langkah untuk merangsang pertumbuhan, termasuk menggelontorkan 500 juta yuan dalam voucher belanja, pembayaran tunai ke beberapa rumah tangga, dan keringanan pajak sampai akhir tahun.

China juga berjanji untuk memperluas zona perdagangan bebas di provinsi Hubei, dengan Wuhan sebagai ibu kotanya, untuk menarik investasi kembali ke wilayah tersebut.

Sebagai pusat manufaktur, Wuhan telah melihat lonjakan perdagangan sejak pembukaan kembali wilayah tersebut. Nilai ekspor dan impor Wuhan naik 19,3% pada Mei dari tahun sebelumnya, laju tercepat keempat di China, menurut data bea cukai setempat.

Pesanan alat pelindung dan pasokan medis membantu mendorong lonjakan pengiriman luar negeri, dengan masker dan produk tekstil lainnya meningkat tujuh kali lipat.

Tetapi pada saat yang sama eksportir yang bergantung pada industri konsumsi menderita.

Benny Xiao, Direktur Operasi Internasional di Wuhan Boyuan Paper & Plastic Co., mengatakan perusahaannya tidak memiliki pesanan dari AS, Eropa dan Asia Tenggara hingga setidaknya Agustus. Perusahaan ini menjual cangkir ke perusahaan penerbangan dan hotel.

Prospek lebih cerah untuk Yao Jun, pendiri Wuhan Welhel Photoelectric Co. yang membuat helm dan pelindung wajah.

Pesanan dari Amerika Selatan untuk alat pelindung meningkat dua kali lipat ketika kasus virus corona meningkat, sementara pelanggan industri di AS dan Eropa belum memotong pesanan secara drastis.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Wuhan
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top