Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar Jarak Jauh di Zona Merah Diperpanjang, Dana BOS Disiapkan

Kemenko PMK telah mengadakan rapat koordinasi guna membahas akuntabilitas penggunaan dana BOS untuk kegiatan pembelajaran jarak jauh.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  13:59 WIB
Seorang siswi kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan internet di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kegiatan belajar dari rumah bagi pelajar di Jakarta hingga 19 April 2020, hal itu sesuai dengan perpanjangan status tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 bagi DKI hingga 19 April. - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya
Seorang siswi kelas 11 Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) melakukan kegiatan belajar mengajar menggunakan internet di Cilangkap, Jakarta Timur, Rabu (1/4/2020). Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memperpanjang kegiatan belajar dari rumah bagi pelajar di Jakarta hingga 19 April 2020, hal itu sesuai dengan perpanjangan status tanggap darurat bencana pandemi Covid-19 bagi DKI hingga 19 April. - ANTARA FOTO/Yulius Satria Wijaya

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah menyiapkan dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang dapat dimanfaatkan untuk membantu guru dan peserta didik dalam melaksanakan pembelajaran dari rumah.

Pasalnya, pemerintah tetap memperpanjang pembelanjaran jarak jauh (PJJ) khususnya di daerah zona merah dan zona kuning.

Kebijakan itu dilakukan berdasarkan Surat Keputusan Bersama 4 Menteri tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran pada tahun ajaran 2020 dan tahun akademi 2020 di masa pandemi Covid-19.

"PJJ ini rencananya akan diperpanjang di wilayah zona kuning dan merah. Sementara wilayah zona hijau sudah bisa dilakukan pembelajaran tatap muka," kata Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama, Kemenko PMK Agus Sartono dikutip dalam siaran resmi, Selasa (7/7/2020).

Dia menuturkan, Kemenko PMK juga telah mengadakan rapat koordinasi guna membahas akuntabilitas penggunaan dana BOS untuk kegiatan PJJ, persiapan kegiatan pembelajaran tatap muka jenjang pendidikan dasar dan pelaksanaan PPDB tahun 2020.

Agus mengatakan sesuai Permendikbud Nomor 19/2020, dana BOS dapat digunakan dalam situasi pandemi untuk membiayai pembelian alat kebersihan/kesehatan untuk warga sekolah, Pembiayaan pembelajaran online selama masa PJJ, serta pembiayaan honor pendidik dalam masa PJJ.

Dia melanjutkan, terkait PPDB, proses seleksi dilakukan lewat 4 jalur penerimaan, yaitu: jalur zonasi, afirmasi, perpindahan orang tua dan prestasi.

Menurut Permendikbud Nomor 44/2019 tentang Ketentuan Seleksi Jalur Zonasi, kuota penerimaan PPDB melalui jalur zonasi minimal 50 persen dari total kuota penerimaan. Jalur zonasi digunakan untuk peserta didik yang telah tinggal di suatu daerah paling tidak selama satu tahun.

Daerah zonasi ditetapkan oleh pemerintah daerah dengan menghitung jarak tempat tinggal calon peserta didik ke sekolah.Sehingga, tidak ada proses seleksi menggunakan hasil rapor, tes, maupun hasil UN.

Sementara menurut ketentuan seleksi jalur afirmasi, harus disediakan setidaknya 15 persen dari total kuota penerimaan peserta didik yang dikhususkan bagi peserta didik dari keluarga dengan ekonomi tidak mampu. Hal tersebut harus dibuktikan dengan keikutsertaan program penanganan keluarga tidak mampu dari pemerintah.

"Menurut ketentuan aturan seleksi jalur perpindahan orang tua, disediakan kuota paling banyak 5 persen dari total kuota yang ada," kata Agus.

Adapun, perpindahan tugas orangtua ini harus dibuktikan dengan surat penugasan dari instansi, lembaga, atau perusahaan yang mempekerjakan dengan verifikasi dari pemerintah pusat maupun daerah.

Selanjutnya, ketentuan seleksi jalur prestasi hanya dibuka jika masih terdapat sisa kuota dari 3 jalur lainya maksimal sebesar 30 persen.

"Jalur ini disediakan bagi peserta didik yang memiliki prestasi akademik dan non-akademik, dan tidak berlaku untuk pendaftaran peserta didik jenjang TK dan SD," ungkapnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pendidikan dana bos Virus Corona covid-19
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top