Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Sentral Malaysia Pangkas Bunga Acuan ke Level Terendah sejak 2004

Bank Negara Malaysia menyebutkan pemangkasan suku bunga acuan memberi stimulus kebijakan tambahan untuk mempercepat laju pemulihan ekonomi.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 07 Juli 2020  |  18:37 WIB
Bank Negara Malaysia - alumni.bnm.gov.my
Bank Negara Malaysia - alumni.bnm.gov.my

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Sentral Malaysia memangkas suku bunga acuannya ke level terendah sepanjang sejarah dan memperingatkan risiko penurunan yang berkepanjangan.

Bank Negara Malaysia (BNM) memutuskan untuk memangkas suku bunga overnight sebesar 25 basis poin menjadi 1,75 persen, atau level terendah dalam pencatatan sejak 2004.

Keputusan itu sejalan dengan prediksi 14 dari 25 ekonom dalam survei Bloomberg. Adapun, empat ekonom memproyeksi pemangkasan sebesar 50 basis poin dan tujuh lainnya memperkirakan tidak ada perubahan.

Menurut BNM, pemangkasan suku bunga tersebut memberi stimulus kebijakan tambahan untuk mempercepat laju pemulihan ekonomi.

“Para pembuat kebijakan akan terus mencermati kondisi yang berkembang dan implikasinya pada keseluruhan prospek untuk inflasi dan pertumbuhan domestik,” terang BNM dalam sebuah pernyataan, seperti dilansir Bloomberg, Selasa (7/7/2020).

Penurunan suku bunga untuk kali keempat berturut-turut oleh BNM dilancarkan hanya beberapa jam setelah menteri keuangan Negeri Jiran menyinggung ruang kebijakan fiskal dan moneter untuk terus mendukung perekonomian di tengah deflasi tiga bulan berturut-turut dan pengangguran terburuk dalam beberapa dekade.

Malaysia mulai membuka kembali kegiatan perekonomiannya pada 4 Mei setelah menerapkan lockdown untuk menekan angka persebaran kasus Covid-19. Di sisi lain, upaya ini menutup banyak bisnis dan menyebabkan hampir satu juta orang menganggur.

“Indikator-indikator terbaru menunjukkan aktivitas meningkat, tetapi laju dan kekuatan pemulihan tetap tunduk pada risiko penurunan yang berasal dari faktor domestik dan eksternal,” sambung BNM. Risiko yang dimaksud mencakup pelemahan terus-menerus di pasar tenaga kerja.

Kepala Statistik Malaysia, Mohd Uzir Mahidin, telah memperingatkan bahwa ekonomi bergerak menuju resesi. Pemerintah telah mengumumkan stimulus senilai 295 miliar ringgit (US$69 miliar) untuk meredam dampak pandemi dan sedang menyusun rancangan undang-undang (RUU) langkah-langkah pemulihan ekonomi.

Bank Sentral Malaysia juga memperingatkan potensi wabah virus lebih lanjut yang mungkin memaksa pihak otoritas untuk kembali membatasi mobilitas masyarakat.

“Bank Negara Malaysia dapat menghentikan siklus pelonggarannya selama sisa kuartal ketiga. Meski begitu, BNM terdengar waspada dengan pelemahan ekonomi yang berkepanjangan di tengah jalur pemulihan yang sangat tidak pasti. Kami memperkirakan penurunan suku bunga 25 bps lebih lanjut pada kuartal IV,” ungkap Ekonom Bloomberg Tamara Mast Henderson.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Suku Bunga malaysia bank negara malaysia

Sumber : Bloomberg

Editor : Annisa Sulistyo Rini
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top