Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Menristek Dorong Kolaborasi Penelitian Internasional

Bambang menerangkan para para peneliti di perguruan tinggi Indonesia saat ini sudah lebih aktif dalam penelitian internasional, khususnya dengan negara di kawasan Asia-Pasifik.
Nyoman Ary Wahyudi
Nyoman Ary Wahyudi - Bisnis.com 03 Juli 2020  |  09:26 WIB
LIP menciptakan alat terapi oksigen beraliran tinggi. - istimewa\n
LIP menciptakan alat terapi oksigen beraliran tinggi. - istimewa\\n

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) Bambang Brodjonegoro menegaskan peningkatan indeks inovasi nasional dan penguasaan teknologi dapat dilakukan dengan meningkatkan kolaborasi penelitian internasional.

“Kementerian kami mempunyai tugas untuk mengembangkan ekosistem riset yang baik dan meningkatkan inovasi yang berdampak luas bagi masyarakat. Salah satu upayanya dengan kita dorong kolaborasi internasional antara peneliti Indonesia dan berbagai institusi penelitian internasional,” kata Bambang melalui keterangan resmi, Jakarta, pada Jumat (3/7/2020).

Bambang menerangkan para para peneliti di perguruan tinggi Indonesia saat ini sudah lebih aktif dalam penelitian internasional, khususnya dengan negara di kawasan Asia-Pasifik.

“Lebih jauh secara internasional dari data tahun 2014-2019 Indonesia aktif dalam 1 persen topik paling menonjol di dunia, sebagian besar di bidang science, technology, engineering, and mathematics atau biasa disebut STEM,” tutur Bambang.

Menurutnya, kolaborasi penelitian internasional dapat mempercepat dan meningkatkan hasil penelitian, meningkatkan kapasitas peneliti Indonesia, menambah kapasitas inovasi nasional, penelitian menjadi lebih fokus pada topik global, dan membuka kesempatan dalam berbagi akses fasilitas ilmiah terkait penelitian.

“Indonesia selalu siap melakukan kolaborasi internasional dengan mengedepankan kebaikan kemajuan Indonesia, kemitraan yang setara, khususnya mengenai Genetic Resources and Traditional Knowledge (GRTK), dan berdasarkan pada kesamaan hak atas kekayaan intelektual,” tuturnya.

CRC 990-EFForTS Tahap 3 merupakan workshop kolaborasi penelitian dua negara antara mitra konsorsium di Indonesia (Institut Pertanian Bogor, Universitas Jambi dan Universitas Tadulako) dengan Georg August University of Goettingen (Germany).

Hadir dalam virtual workshop ini Rektor IPB, Arif Satria; Rektor Universitas Jambi, Sutrisno; Rektor Universitas Tadulako, Mahfudz; perwakilan University of Goettingen; serta dihadiri 300 partisipan.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

inovasi perguruan tinggi bambang brodjonegoro
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top