Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

WHO: Timur Tengah Masuki Ambang Batas Kritis Wabah Virus Corona

WHO mengonfirmasi sedikitnya sejuta kasus penyakit Covid-19 di 22 negara yang ada di wilayah Mediterania Timur yang membentang dari Maroko hingga Pakistan.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  10:36 WIB
Petugas memakai masker wajah pelindung saat mereka membersihkan lantai di Masjidil Haram di kota suci Mekah, Arab Saudi, 3 Maret 2020. REUTERS n
Petugas memakai masker wajah pelindung saat mereka membersihkan lantai di Masjidil Haram di kota suci Mekah, Arab Saudi, 3 Maret 2020. REUTERS n

Bisnis.com, JAKARTA - Timur Tengah menghadapi "ambang batas yang kritis" wabah Covid-19 yang disebabkan Virus Corona di tengah berbagai pelonggaran stelah terjadi  lonjakan kasus di kawasan itu, menurut laporan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

WHO mengonfirmasi sedikitnya sejuta kasus penyakit Covid-19 di 22 negara yang ada di wilayah Mediterania Timur yang membentang dari Maroko hingga Pakistan.

"Wilayah kami berada di ambang batas kritis," kata Dirjen WHO untuk Timur Tengah, Ahmed al-Mandhari dalam konferensi pers online sperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (2/7/2020).

Lebih dari 80 persen dari semua kematian di wilayah itu dilaporkan terjadi di lima negara, yakni Mesir, Iran, Irak, Pakistan dan Arab Saudi, menurut WHO. Al-Mandhari mengatakan hal itu menjadi " tonggak sejarah".

"Jumlah kasus yang dilaporkan pada bulan Juni saja lebih tinggi dari total kasus yang dilaporkan selama empat bulan setelah kasus pertama dilaporkan di wilayah ini pada 29 Januari," katanya.

Dia mengaitkan peningkatan kasus dengan peningkatan pengujian, tetapi juga dengan pencabutan pembatasan dalam beberapa minggu terakhir untuk memerangi penyebaran virus corona.

Al-Mandhari mendesak setiap individu untuk "berhati-hati dan waspada" ketika penguncian dan jam malam dilonggarkan dan meminta untuk mengikuti protokol yang direkomendasikan oleh otoritas kesehatan.

"Melonggarkan penutupan tidak berarti mengurangi respons atau mengurangi tanggung jawab sosial," kata al-Mandhari.

Ada risiko jumlah kasus akan meningkat ketika ruang publik dibuka kembali "bahkan di negara-negara di mana situasi sekarang tampaknya mulai stabil ".

Dia juga menyerukan solidaritas global dalam menghadapi pandemi dan mendesak semua untuk "memperkuat" sistem perawatan kesehatan mereka.

Pejabat WHO lain yang berpartisipasi dalam pertemuan itu mengatakan pemerintah Timur Tengah perlu melakukan lebih banyak upaya dalam mempersiapkan tempat tidur unit perawatan intensif dan ruang gawat darurat.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

timur tengah who Virus Corona
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top