Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Moeldoko Ungkap Kronologis Jokowi Marah ke Menteri Kabinet 18 Juni 2020

Menurut Moeldoko, rapat kabinet hari ini merupakan rapat rutin yang dilakukan untuk memaparkan kondisi terkini penanganan virus Corona (Covid-19) dari masing-masing sektor.
Feni Freycinetia Fitriani
Feni Freycinetia Fitriani - Bisnis.com 02 Juli 2020  |  19:27 WIB
Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Produksi Ventilator Dalam Negeri di Situation Room Bina Graha, Jakarta, Rabu (15/4/2020). - KSP
Kepala Staf Kepresidenan RI Moeldoko saat memimpin Rapat Koordinasi Rencana Produksi Ventilator Dalam Negeri di Situation Room Bina Graha, Jakarta, Rabu (15/4/2020). - KSP

Bisnis.com, JAKARTA -- Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko mengungkap kronologis kemarahan Presiden Joko Widodo kepada menteri-menteri saat rapat kabinet pada 18 Juni 2020.

Menurutnya, rapat kabinet hari ini merupakan rapat rutin yang dilakukan untuk memaparkan kondisi terkini penanganan virus Corona (Covid-19) dari masing-masing sektor.

"Biasa, saat itu sidang kabinet dibuka oleh Presiden. Lalu lanjut paparan menteri yang bersangkutan. Jadi ya biasa saja kondisinya, enggak ada yang spesial," katanya dalam diskusi melalui Instagram Live, Kamis (2/7/2020).

Mantan Panglima TNI tersebut mengatakan rapat kabinet dua pekan silam memang digelar untuk mengevaluasi Gugus Tugas, perkembangan penyebaran di daerah, dan sejauh mana progres yang dijalankan para menteri untuk menangani wabah Covid-19.

Ada empat hal yang menjadi perhatian Presiden Jokowi dalam rapat tersebut, yaitu penanganan dari aspek kesehatan, sosial kemanusiaan (bansos-jaring pengaman), ekonomi, dan keuangan.

Menurutnya, penanganan Covid-19 di Indonesia bukan sekadar tanggung jawab menteri kabinet, tetapi ada kerja sama antar lembaga, misalnya Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

"Presiden juga memberikan sebuah tagline sharing pain, kita semua harus merasakan suasana batin yg sama gotong royong. Jadi kesalahan bukan menteri saja, sistem besar semua terlibat," imbuhnya.

Seperti diketahui, Presiden Joko Widodo menyoroti rendahnya realisasi belanja kementerian di bidang kesehatan dalam Sidang Kabinet Paripurna, Kamis (18/6/2020). Hal itu terungkap dalam video rapat internal berisi arahan Presiden Jokowi itu baru diunggah kanal resmi Sekretariat Presiden di YouTube, Minggu (28/6/2020).

Jokowi memberikan contoh realisasi belanja di bidang kesehatan yang mendapatkan anggaran Rp75 triliun. "Baru keluar 1,53 persen, coba," jelas dia.

Dampaknya, uang beredar di masyarakat tertahan. Pembayaran tunjangan, sambung Jokowi, untuk dokter, dokter spesialis, tenaga medis, mesti segera dikeluarkan. Selain itu, belanja-belanja untuk peralatan segera direalisasikan.

"Segera itu dikeluarkan dengan penggunaan-penggunaan yang tepat sasaran sehingga men-trigger ekonomi," kata Jokowi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi Reshuffle Kabinet moeldoko
Editor : Feni Freycinetia Fitriani
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top