Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank BUMN Jerman Hadapi Kerugian 100 Juta Euro Akibat Skandal Wirecard  

Para pemberi pinjaman terkejut setelah mendengar kabar Wirecard mengajukan permohonan kepailitan
Duwi Setiya Ariyanti
Duwi Setiya Ariyanti - Bisnis.com 27 Juni 2020  |  21:27 WIB
Markus Braun, saat menjadi CEO Wirecard.
Markus Braun, saat menjadi CEO Wirecard.

Bisnis.com, JAKARTA— Bank KfW yang merupakan badan usaha milik negara (BUMN) Jerman menghadapi kerugian 100 juta euro atau setara dengan US$112 juta setelah perusahaan pembayaran, Wirecard AG mengajukan kepailitan karena skandal keuangannya.

Dikutip dari Bloomberg, Sabtu (27/6/2020), anak usaha KfW yakni Ipex Bank mengeluarkan fasilitas pinjaman sebesar 100 juta euro kepada Wirecard AG pada September 2018. Fasilitas pinjaman itu diperpanjang tahun lalu dan tak ada pelindung atas kerugian bagi pemberi pinjaman

Bank lainnya dengan nilai pinjaman sebesar 1,6 miliar euro juga berada di ujung tanduk, ujar salah seorang sumber terkait. Lebih lanjut, kelompok dengan lebih dari 12 pemberi pinjaman yang dipimpin oleh ABN Amro Bank NV, Commerzbank AG dan ING Groep NV dalam negosiasi dengan Wirecard merasa terkejut dengan pengajuan kepailitan yang diajukan fintech itu.

Juru bicara KfW menyebut bahwa pihaknya tengah terhubung dengan para pemberi pinjaman lainnya dan kasusnya kini diurus departemen restrukturisasi.

Wirecard sebelumnya disebut sebagai bisnis yang bergerak pesat sekaligus paling sukses. Namun, kemudian kondisi berbalik saat 1,9 miliar euro yang tercatat di neraca keuangannya menghilang dan diakui sebagai catatan fiktif.

Akibat kasus tersebut, Markus Braun yang sebelumnya menduduki jabatan CEO sempat ditahan pihak kepolisian Jerman. Kendati demikian, penahanan terhadap Braun dihentikan setelah pembayaran jaminan sebesar 5 juta euro atau setara US$5,6 juta akibat tuduhan manipulasi pasar dan laporan keuangan.

Sementara itu, regulator di Filipina melakukan investigasi terhadap mitra lokal Wirecard. Berdasarkan laporan Financial Times,  PayEasy Solutions, Centurion Online Payment International dan ConePay International menjadi objek investigasi kasus skandal akunting terburuk di Eropa.

"Kami telah memasukkan [sekitar lima] mitra bisnis Wirecard sebagai kepentingan orang dan badan. Kami juga menelusuri lebih lanjut terkait dengan para direktur mitra bisnis ini," tutur Direktur Eksekutif Komisi Nasional Anti Pencucian Uang, Mel Georgie Racela.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jerman laporan keuangan skandal

Sumber : Bloomberg

Editor : Duwi Setiya Ariyanti
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top