Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group
Tampak depan kantor pusat perusahaan pembayaran digital Wirecard AG di Munich, Jerman, Jumat (19/6/2020). - Bloomberg/Michaela Handrek/Rehle
Premium

Misteri Hilangnya US$2,1 Miliar yang Membelit Wirecard

24 Juni 2020 | 19:24 WIB
Nama Wirecard AG tiba-tiba mencuat selama beberapa hari belakangan. Hilangnya dana sebesar US$2,1 miliar milik perusahaan itu menjadi misteri besar yang belum terpecahkan.

Bisnis.com, JAKARTA — Tak sampai 3 hari setelah mundur dari jabatannya sebagai CEO Wirecard AG, nama Markus Braun kembali menghiasi halaman muka media-media Eropa sejak Selasa (23/6/2020).

Pemicunya adalah ditahannya investor asal Austria tersebut oleh Kepolisian Daerah Munich, Jerman, pada Senin (22/6) malam waktu setempat.

Braun diperiksa sebagai saksi atas skandal yang tengah membelit Wirecard sepekan belakangan. Platform pembayaran dan penyedia jasa keuangan digital asal Jerman yang berdiri sejak 1999 itu tengah mengalami kerugian besar akibat hilangnya saldo perusahaan senilai 1,9 miliar euro, atau setara US$2,1 miliar.

Skandal Wirecard pertama terungkap lewat audit yang dilakukan oleh Ernst & Young (EY) pada pertengahan pekan lalu.

Per Rabu (24/6) pukul 16.49 WIB, saham Wirecard (WDI) di bursa Jerman terpuruk di level 15,01 euro per lembar. Padahal, tepat sepekan sebelumnya alias per Rabu (17/6) sore, saat skandal belum terungkap, saham Wirecard sempat berada di posisi 104,24 euro per lembar.

Sejak awal 2020, saham Wirecard di bursa Jerman sudah anjlok 86,89 persen secara year-to-date (ytd).

Silakan masuk/daftar untuk melanjutkan membaca Konten Premium

Dan nikmati GRATIS AKSES 8 artikel Konten Premium!

Masuk / Daftar
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top