Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

India Terbangkan Pesawat Tempur di Wilayah Perbatasan dengan China

Sebanyak 20 tentara India dilaporkan tewas akibat bentrokan yang terjadi pada 15 Juni 2020.
John Andhi Oktaveri
John Andhi Oktaveri - Bisnis.com 25 Juni 2020  |  08:00 WIB
Bendera India - Cultural India
Bendera India - Cultural India

Bisnis.com, JAKARTA - Sejumlah jet tempur India terbang di atas wilayah Himalaya sebagai bagian dari unjuk kekuatan pasukan negara itu setelah China kembali menuduh India memprovokasi bentrokan di perbatasan awal bulan ini.

Sebanyak 20 tentara India dilaporkan tewas akibat bentrokan pada 15 Juni lalu seperti dikutip Aljazeera.com, Kamis (25/6/2020).

Jet tempur India secara teratur lepas landas kemarin dari sebuah pangkalan militer di Leh, kota utama India di wilayah Ladakh yang dikuasai India. Kota itu berada di daerah menuju ke perbatasan pegunungan yang berjarak 240 km (150 mil). Warga melaporkan antrean panjang truk militer dan artileri di jalan dekat Leh.

"Kami sekarang memiliki kekuatan yang baik di daerah itu," kata seorang pejabat Komando Utara tentara India.

Tashi Chhepal, seorang pensiunan kapten tentara India yang bertugas di daerah itu dan bermarkas di Leh, mengatakan mobilisasi itu belum pernah terjadi sebelumnya di wilayah sensitif yang menyentuh Pakistan dan juga China.

"Saya belum pernah melihat gerakan militer semacam ini

Sementara itu, Kementerian Pertahanan China menyatakan bahwa bentrokan di wilayah sengekata perbatasan di Lembah Galwan 15 Juni lalu disebabkan oleh pihak India.

Pasukan China telah mengambil "langkah-langkah defensif dan dengan tegas melakukan serangan balasan terhadap tindakan kekerasan pihak India.

Langkah itu berhasil melindungi kedaulatan nasional dan integritas teritorial ", menurut kementerian China dalam akun media sosialnya.

China menyatakan tindakan India telah melanggar konsensus antara kedua negara dan merupakan provokasi sepihak.

Sedangkan CNBC.com melaporkan bahwa pasukan China telah menguasai sebidang tanah yang mencakup beberapa kilometer persegi di mulut lembah Galwan setelah terjadi keributan mematikan di wilayah itu.

Kedua belah pihak secara terbuka sempat menyatakan akan mundur setelah bentrokan yang menyebabkan 20 tentara India terbunuh.

Namun, keduanya masih mempertahankan pasukan di sekitar lembah dan India mengerahkan lebih banyak pasukan dan berusaha untuk mengonsolidasikan kekuatan militer.

China menduga pembangunan infrastruktur yang dilakukan India di sepanjang LAC ini berbahaya. Terutama untuk kawasan Aksai Chin yang jadi bagian China, yakni Provinsi Xinjiang dan Tibet.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china india
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top