Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Belajar Dari Rumah, Wapres: Banyak Orang Tua Mendadak Jadi Kyai

Wapres Ma'ruf Amin meminta penyelenggara pendidikan termasuk sekolah berbasis agama mencari solusi belajar efektif bagi para peserta ajar.
Rayful Mudassir
Rayful Mudassir - Bisnis.com 24 Juni 2020  |  19:55 WIB
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/2/2020) - Istimewa
Wakil Presiden Ma'ruf Amin saat memberikan kuliah umum di Universitas Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (19/2/2020) - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Wakil Presiden Ma`ruf Amin menanggapi kondisi belajar di rumah bagi siswa maupun santri saat pandemi Covid-19. Menurutnya situasi ini mendadak membuat orang tua menjadi guru hingga kiai.

Pemerintah mulai memberlakukan kembali sekolah tatap muka di kawasan zona hijau. Kendati begitu, sebagian besar sekolah masih menerapkan belajar jarak jauh atau dari rumah.

“Dalam pembelajaran yang seharusnya dilakukan di sekolah, madrasah atau pesantren dan kini harus di rumah mengakibatkan orang tua mendadak harus menjadi guru dan kiai,” katanya saat webinar, Rabu (24/6/2020).

Adapun, orang tua dituntut untuk belajar mendampingi anak saat melakukan transfer pengetahuan sembari melanjutkan pengasuhan.

“Orang tua mau tidak mau harus banyak bertanya pada guru dan pihak sekolah agar anak tidak kehilangan haknya memperoleh pendidikan yang memadai,” ujarnya.

Di sisi lain, Wapres meminta penyelenggara pendidikan termasuk sekolah berbasis agama mencari solusi belajar efektif bagi para peserta ajar.

Salah satunya dengan membentuk pembalajaran kelompok kecil dan penyesuaian kurikulum. Upaya itu juga mesti diterapkan dengan memperhatikan perbedaan karakter antara tatap muka dengan belajar jarak jauh.

Sementara itu,  Ma`ruf Amin juga meminta kegiatan belajar mengajar secara tatap muka untuk sekolah di zona hijau dijalankan dengan protokol ketat. Untuk itu, dia memberikan 4 arahan yang perlu dilakukan sekolah.

Tatanan normal baru (new normal) kata Wapres, perlu terus dievaluasi untuk masing-masing daerah. Kebijakan tersebut juga harus diikuti dengan penerapan protokol kesehatan mencegah berlanjutnya penularan Covid-19.

Dia memberikan empat instruksi yang harus dilakukan oleh pelaksana pendidikan baik sekolah termasuk sekolah keagamaan berbasis asrama guna mengurangi penyebaran Corona.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

sekolah Ma'ruf Amin wapres ma'ruf amin
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

BisnisRegional

To top