Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kejar Target! Toyota Genjot Produksi hingga 90 Persen dari Kapasitas Normal

Meski Toyota itu telah menghentikan beberapa pabrik dalam negeri mulai April hingga Juni, pihaknya tidak akan mengubah target produksi setidaknya 3 juta mobil per tahun.
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 Juni 2020  |  17:26 WIB
Toyota - Ilustrasi
Toyota - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA - Toyota Motor Corp akan mulai menggenjot produksi pada Juli 2020 di Jepang seiring dengan pelonggaran karantina yang meningkatkan output menjadi 90 persen dari kapasitas normal.

Dilansir Bloomberg, Senin (22/6/2020), dalam sebuah pernyataan perusahaan menyatakan 19 jalur produksi yang ditutup pada Juni akan kembali dibukapada bulan depan, menyisakan penangguhan enam jalur produksi.

Pandemi telah memaksa pembuat mobil di seluruh dunia untuk menutup showroom dan pabrik yang pada akhirnya membebani pendapatan. Kepala SDM Toyota Mitsuru Kawai menyatakan meski perusahaan itu telah menghentikan beberapa pabrik dalam negeri mulai April hingga Juni, pihaknya tidak akan mengubah target produksi setidaknya 3 juta mobil per tahun.

Pada pernyataan kepada pemegang saham awal bulan ini, Chief Executive Officer Akio Toyoda mengatakan Toyota Motor Corp menjanjikan akan tetap menguntungkan selama pandemi virus Corona, berkaca pada krisis keuangan global lebih dari satu dekade yang lalu.

Sebagai bagian dari upaya untuk membantu pelanggan yang kekurangan pendapatan, Toyota mengurangi tenggat waktu pembayaran pinjaman otomatis dan menawarkan mobil sewaan.

Toyota dan pembuat mobil lain telah mencari pinjaman dan jalur kredit dari bank. Meskipun Jepang telah mengangkat keadaan darurat, wabah itu telah merusak bisnis banyak pemain industri otomotif yang lebih kecil. Satu pemasok Toyota mengajukan kebangkrutan pekan lalu.

"Jika kami tidak menang, kami tidak akan dapat mendukung industri dan negara ini. Kami berbeda hari ini dari apa yang kami alami selama krisis keuangan," kata Toyoda.

Pada pertemuan yang diadakan di kantor pusat Toyota di Nagoya, perusahaan mengambil tindakan pencegahan untuk menahan penyebaran virus. Staf memeriksa suhu peserta, mengatur partisi transparan di depan speaker, dan mengurangi jumlah kursi menjadi sekitar sepertiga.

Toyota juga telah memperingatkan laba akan jatuh 80 persen ke level terendah dalam sembilan tahun dengan target laba operasi sebesar 500 miliar yen (US$4,65 miliar).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

toyota Produksi Mobil

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top