Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Dewan HAM PBB Bahas Kekerasan Rasial, Indonesia Usulkan Aksi Ini

Salah satu aksi yang  diusulkan Indonesia adalah penghormatan dan toleransi atas perbedaan ras dan etnik di tingkat komunitas.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 18 Juni 2020  |  11:48 WIB
Wakil Tetap RI untuk PBB, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional lainnya Hasan Kleib mengikuti urgent debate tentang kekerasan rasial yang diselenggarakan Dewan HAM PBB di Jenewa, Rabu (17/6/2020)/Antara - PTRI Jenewa
Wakil Tetap RI untuk PBB, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional lainnya Hasan Kleib mengikuti urgent debate tentang kekerasan rasial yang diselenggarakan Dewan HAM PBB di Jenewa, Rabu (17/6/2020)/Antara - PTRI Jenewa

Bisnis.com, JAKARTA - Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB menyelenggarakan urgent debate terkait kekerasan rasial di Jenewa, Swiss, pada, Rabu (17/6/2020) waktu setempat.

Penyelenggaraan perdebatan genting ini merupakan permintaan kelompok Afrika untuk menghadapi maraknya kekerasan rasial, khususnya kasus kematian George Floyd di Amerika Serikat yang mendapat perhatian global.

Dalam pertemuan tersebut, Indonesia menyerukan tindakan tegas terhadap aksi kekerasan rasial. Wakil Tetap RI untuk PBB, Organisasi Perdagangan Dunia, dan Organisasi Internasional lainnya Hasan Kleib menyuarakan keprihatinan terhadap aksi kekerasan dan diskriminasi yang terjadi di berbagai belahan dunia, terutama yang disebabkan oleh meningkatnya kebencian berbasis ras atau pun kejahatan berbasis kebencian.

Dubes Hasan mengusulkan agar Dewan HAM dan Komisi Tinggi HAM memperkuat kerja sama penghapusan diskriminasi rasial dan kekerasan dalam penegakan hukum.

Aksi yang  diusulkan Indonesia mencakup penghormatan dan toleransi atas perbedaan ras dan etnik di tingkat komunitas, penguatan budaya hukum dan akuntabilitas institusi hukum, serta program pendidikan HAM di lembaga pendidikan kepolisian dan penegak hukum lainnya, yang juga melibatkan Komnas HAM atau lembaga negara lainnya.

Selain berbicara dalam kapasitas nasional, Indonesia juga dipercaya untuk menyampaikan pernyataan bersama atas nama Core Group Convention Against Torture Initiative (CTI).

Mewakili negara-negara CTI, Indonesia menyerukan zero tolerance ( toleransi mutlak) terhadap rasisme dan diskriminasi, serta menyoroti pentingnya kebijakan penegakan hukum yang berfokus pada orang  dan yang berorientasi pada pencegahan kekerasan.

Isu anti-rasisme ini telah menjadi fokus politik luar negeri Indonesia sejak awal berdirinya Republik Indonesia.

Di bawah kepemimpinan Presiden Soekarno, Indonesia membangun kesadaran bersama negara Asia Afrika melawan praktik kolonialisme melalui penyelenggaraan Konferensi Asia-Afrika (KAA) tahun 1955.

KAA menghasilkan Deklarasi Bandung yang salah satu dasa silanya meminta penghapusan rasisme.

"Dalam semangat Deklarasi Bandung ini, diplomasi HAM Indonesia tentunya terus lakukan langkah-langkah afirmatif untuk hapus segala bentuk diskriminasi di semua lini,” kata Dubes Hasan seperti dijelaskan dalam keterangan tertulis PTRI Jenewa, Kamis (18/6/2020).

Sebagai negara multietnik dan multiras, Indonesia akan terus memajukan semangat anti rasisme sebagai salah satu pilar pemersatu di antara negara-negara berkembang.

Dalam urgent debate tersebut, Dewan HAM PBB juga mendengarkan pesan video dari Philonise Floyd, adik kandung George Floyd, yang mendukung Dewan HAM untuk membentuk komisi penyelidikan (commission of inquiry) pembunuhan warga kulit hitam oleh polisi di AS.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb hak asasi manusia George Floyd

Sumber : Antara

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top