Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bintang Emon Diserang Buzzer, KSP: Tak Ada Kaitan dengan Pemerintah

Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden atau KSP Donny Gahral Adian pun meminta pihak yang keberatan dengan ulah buzzer untuk melapor ke kepolisian.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 16 Juni 2020  |  15:56 WIB
Bintang Emon diserang oleh akun anonim dengan tuduhan menggunakan sabu-sabu, usai menyindir kasus Novel Baswedan. - Instagram
Bintang Emon diserang oleh akun anonim dengan tuduhan menggunakan sabu-sabu, usai menyindir kasus Novel Baswedan. - Instagram

Bisnis.com, JAKARTA - Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden atau KSP Donny Gahral Adian menyatakan bahwa penyerangan Bintang Emon di dunia maya oleh para buzzer tidak ada korelasi dengan pemerintah.

Dia pun menegaskan bahwa dalam hal ini pemerintah menghormati hak untuk berpendapat di ruang publik.

“Yang disampaikan Bintang Emon itu hak dia untuk berpendapat, tidak boleh dikekang dihalangi atau dibatasi, jadi buzzer itu saya kira kalau ternyata mereka terbukti ada pelanggaran hukum ya silakan diproses saja. Pemerintah tidak ada sangkut-pautnya dengan buzzer yang dituduhkan itu,” katanya saat dihubungi wartawan, Selasa (16/6/2020).

Donny pun meminta semua pihak yang keberatan dengan ulah para buzzer untuk melapor kepada pihak kepolisian. Dia memastikan pemerintah tak akan melindungi para pemilik akun penyerang tersebut.

"Pemerintah tidak di dalam posisi untuk mengatakan apa-apa karena buzzer itu inisiatif mereka sendiri. Tidak dikoordinasi oleh siapa-siapa," kata Donny.

Seperti diketahui, sebuah video statement dari Bintang Emon mendadak viral karena mengkritisi vonis terhadap pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan.

Jaksa penuntut umum perkara penyiraman air keras Novel Baswedan menyatakan dua terdakwa penyerangan, Ronny Bugis dan Rahmat Kadir Mahulette bersalah dalam kasus penyiraman air keras. Namun, jaksa hanya menuntut kedua terdakwa 1 tahun dari tutuntan maksimal 12 tahun penjara

Jaksa menyebut salah satu pertimbangan meringankan ialah para pelaku tidak sengaja menyiram air keras ke mata kiri Novel Baswedan. Alasan jaksa ini pun menjadi bahan kritik Bintang Emon.

Selanjutnya, akun-akun anonim yang disinyalir sebagai buzzer berulang kali mencuitkan sejumlah narasi yang menyebut Bintang Emon sebagai pemakai narkotika berjenis sabu. Bintang Emon pun menjawab serangan itu dengan mengunggah foto hasil tes narkotika yang menyatakan dirinya negatif.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

novel baswedan Kantor Staf Presiden
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top