Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Bank Sentral China Tambah 200 Miliar Yuan ke Sistem Perbankan

Bank sentral China menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan dengan menawarkan pinjaman jangka menengah kepada bank-bank.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 15 Juni 2020  |  10:59 WIB
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing -  Bloomber / Qilai Shen
Kantor pusat People's Bank of China di Beijing - Bloomber / Qilai Shen

Bisnis.com, JAKARTA – Bank sentral China menyuntikkan likuiditas ke dalam sistem keuangan dengan menawarkan pinjaman jangka menengah kepada bank-bank.

Menurut sebuah pernyataan pada Senin (15/6/2020), People’s Bank of China (PBOC) menambahkan 200 miliar yuan (US$28 miliar) melalui fasilitas pinjaman jangka menengah (medium-term lending facility/MLF) sebesar 2,95 persen.

Langkah ini sudah diantisipasi setelah PBOC pekan lalu mengutarakan rencana untuk melancarkannya pada Senin, tergantung pada permintaan.

Sebelumnya, otoritas moneter Negeri Tirai Bambu tersebut memperkenankan pinjaman sebesar 500 miliar yuan untuk jatuh tempo pada 8 Juni.

Sedikitnya uang tunai senilai 2,7 triliun yuan akan menguap dari sistem keuangan negara pada bulan Juni seiring dengan jatuh tempo utang bank jangka pendek dan pinjaman.

Hal itu memberi tekanan pada PBOC untuk mempertahankan sikap kebijakan yang suportif tanpa memicu gelembung kredit.

Meski otoritas China telah memangkas suku bunga sebanyak beberapa kali tahun ini, mereka menghindari stimulus besar-besaran yang dilakukan negara-negara besar lainnya untuk mencegah memperburuk masalah utang yang besar.

Bank sentral China telah melakukan operasi MLF pada tanggal 15 bulan yang sama atau hari kerja pertama setelah tanggal itu. Menurut para analis, pola ini dapat membantu menstandarisasi operasi pasar terbuka dan meningkatkan transparansi kebijakan moneter.

Secara terpisah, PBOC menyetujui reverse repurchase agreement 7 hari bernilai 120 miliar yuan untuk jatuh tempo pada Senin, seperti dilansir dari Bloomberg.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

china pboc

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top