Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Larangan Umrah dan Ziarah di Arab Saudi Belum Dicabut, Bagaimana Nasib Ibadah Haji 2020?

Pemberlakuan penutupan sementara akses masuk ke negaranya itu, diterapkan baik untuk jemaah umrah maupun ziarah. Aturan ini terbit sejak 27 Februari dan masih berlaku hingga sekarang.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 11 Juni 2020  |  07:25 WIB
Ibadah haji - Reuters/Ahmad Masood
Ibadah haji - Reuters/Ahmad Masood

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah Arab Saudi belum mencabut aturan larangan umrah dan ziarah di negara mereka menyusul merebaknya wabah virus corona.

Pemberlakuan penutupan sementara akses masuk ke negaranya itu, diterapkan baik untuk jemaah umrah maupun ziarah. Aturan ini terbit sejak 27 Februari dan masih berlaku hingga sekarang.

"Aturan larangan umrah dan ziarah yang terbit sejak 27 Februari lalu belum dicabut dan masih berlaku hingga sekarang," terang Konsul Haji KJRI Jeddah dikutip dari laman resmi kemenag.

Menurutnya, Saudi memang telah memasuki masa pelonggaran lockdown. Namun demikian, diterbitkan juga aturan kewaspadaan sehingga Kementerian Haji dan Umrah Saudi menegaskan bahwa umrah dan ziarah Masjid Nabawi tetap ditutup (suspend).

"Penutupan itu bahkan disebutkan sampai waktu yang tidak ditentukan dan akan diambil langkah-langkah selanjutnya sesuai kondisi covid-19 dan hasil rekomendasi berbagai pihak terkait," jelas Endang.

Ditambahkan Endang, musim umrah 1441H telah selesai. Saat ini, kalau dalam situasi normal, seharusnya sudah memasuki musim haji.

"Penyelenggaraan umrah mungkin dibuka pada Muharram 1442H atau sekitar September 2020, itupun kalau wabah Covid-19 sudah selesai di Saudi," tutupnya.

Sebelumnya, muncul kabar Pemerintah Arab Saudi akan membatasi jumlah jemaah calon haji secara drastis akibat masih tingginya penyebaran wabah Covid-19.

Menurut sumber yang tidak mau disebutkan namanya, bahwa ritual tahunan umat muslim yang akan dilaksanakan pada akhir Juli itu akan lebih bersifat simbolis karena jumlahnya sangat terbatas.

Rencananya ibadah haji akan tetap digelar dengan pembatasan jamaah dimana masing-masing negara hanya diberikan kuota 20 persen dari kuota sebelumnya yang diberlakukan.

Tapi hingga saat ini kabar itu juga belum dikonfirmasi pihak pemerintah Arab Saudi secara langsung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Ibadah Haji umrah
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top