Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Analis Sebut Jepang Butuh Lebih dari Sekadar Stimulus Jumbo

Dua stimulus awal pemerintah Jepang baru menekan dampak ekonomi, padahal Negeri Sakura juga perlu mengembalikan tingkat permintaan masyarakat.
Herdanang Ahmad Fauzan
Herdanang Ahmad Fauzan - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  15:39 WIB
Sejumlah orang berada di distrik perbelanjaan dan hiburan Dotonbori di Osaka, Jepang, Rabu (8/4/2020), sehari setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat selama sebulan untuk Tokyo, Osaka, dan lima perfektur lainnya untuk menekan angka penyebaran virus corona COVID-19./Antara - AFLO
Sejumlah orang berada di distrik perbelanjaan dan hiburan Dotonbori di Osaka, Jepang, Rabu (8/4/2020), sehari setelah Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan keadaan darurat selama sebulan untuk Tokyo, Osaka, dan lima perfektur lainnya untuk menekan angka penyebaran virus corona COVID-19./Antara - AFLO

Bisnis.com, JAKARTA - Langkah pemerintah Jepang mengeluarkan stimulus besar-besaran dinilai belum cukup oleh sejumlah analis pasar di Negeri Sakura.

Masaki Kuwahara, analis senior dari Nomura Sekuritas misal, menilai bahwa Jepang butuh tiga atau empat kali mengeluarkan paket stimulus serupa untuk kembali ke trek perekonomian yang normal.

Pandangan Kuwahara ada dasarnya. Kendati memecahkan rekor dunia, dia menilai dua paket stimulus yang sudah diluncurkan Jepang baru bertujuan untuk mengurangi dampak ekonomi, padahal mereka lebih dari itu.

Tingkat permintaan, kata Kuwahara, juga harus dipancing naik dengan cara mengeluarkan paket stimulus yang berbeda.

"Dua stimulus awal hanya mengurangi efek ekonominya. Padahal untuk kembali ke normal, negara ini memerlukan kembalinya tingkat permintaan. Hanya karena angka itu besar, bukan berarti dampaknya juga akan besar," tuturnya seperti diwartakan Bloomberg, Kamis (28/5/2020).

Bila stimulus ketiga dan keempat tak segera dikeluarkan, Kuwahara bahkan memprediksi pada Kuartal II/2020 perekonomian Jepang akan menyusut 23,9 persen dan mengalami rebound 13 persen pada Kuartal III.

"Aku tidak akan mengubah pendapatku, karena bagaimanapun dua paket stimulus awal sama sekali tak berpengaruh pada level permintaan," sambungnya.

Rabu (27/5/2020), pemerintah baru saja mengumumkan rencana melipat gandakan stimulus mereka hingga setara 40 persen dari GDP.  Ini merupakan stimulus kedua setelah kucuran dana sebesar 60 triliun yen pemerintah pada April 2020 lalu.

Menurut laporan resmi pemerintah per Kamis (28/5/2020), jumlah kasus positif corona di Jepang telah menyentuh 16.552, dengan 13.973 orang di antaranya telah dinyatakan sembuh dan 870 korban meninggal.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

jepang ekonomi jepang Virus Corona covid-19

Sumber : Bloomberg

Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top