Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Meksiko Terancam Kontraksi Ekonomi Terparah Sejak 1932

Meksiko berisiko menghadapi kontraksi ekonomi terburuknya dalam hampir satu abad akibat kemerosotan harga minyak yang memperburuk tekanan pandemi virus corona (Covid-19).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  08:51 WIB
Mexico City. - Antara/Reuters
Mexico City. - Antara/Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Meksiko berisiko menghadapi kontraksi ekonomi terburuknya dalam hampir satu abad akibat kemerosotan harga minyak yang memperburuk tekanan pandemi virus Corona (Covid-19).

Melalui laporan inflasi triwulanan yang dipublikasikan pada Rabu (27/5/2020), bank sentral Meksiko (Banxico) memaparkan skenario terburuk bahwa produk domestik bruto (PDB) dapat terkontraksi 8,8 persen pada 2020, kejatuhan terparah sejak tahun 1932.

Bahkan untuk skenario kasus terbaiknya, Banxico melihat ekonomi Meksiko akan terkontraksi 4,6 persen tahun ini, kinerja terburuk dalam lebih dari satu dekade.

Banxico juga melihat risiko pemulihan berpola “U-shaped” dimana ekonomi terus terkontraksi pada tahun 2021.

“Kami jelas dalam kontraksi yang umum dan mendalam,” ungkap Gubernur Banxico Alejandro Diaz de Leon dalam suatu konferensi pers pascarilis laporan inflasi pada Rabu (27/5/2020).

“Dengan krisis masih dalam tahap awalnya, pengenduran ekonomi akan semakin dalam untuk beberapa waktu mendatang,” jelas de Leon, seperti dilansir dari Bloomberg.

Banxico lebih lanjut menuturkan ada risiko penurunan lebih lanjut akibat pandemi virus Corona, lebih banyak penurunan rating kredit, ataupun stimulus yang kurang dari apa yang diperlukan.

Laporan yang sama memaparkan bahwa sebanyak 1,4 juta pekerjaan mungkin terpangkas tahun ini. Di sisi lain, ekspektasi inflasi dalam jangka menengah relatif stabil meskipun pandemi Covid-19 telah meningkatkan harga makanan baru-baru ini.

Banxico kemudian memproyeksikan ekonomi akan rebound tahun depan dalam dua dari tiga skenarionya. Inflasi akan berakselerasi menjadi 4 persen pada pertengahan tahun depan, dari 2,15 persen pada bulan April, kemudian melambat ke target bank sentral yakni 3 persen pada akhir tahun 2021.

Sementara itu, inflasi inti yang tidak memasukan kalkulasi harga pangan yang fluktuatif, diperkirakan akan meningkat hingga kuartal keempat tahun ini.

Otoritas moneter Meksiko ini sendiri telah memangkas suku bunga ke level terendah sejak 2016 dalam menghadapi krisis Corona. Pemangkasan terakhir dilakukan pada 14 Mei mengikuti dua penurunan suku bunga tak terjadwal pada bulan Maret dan April.

“Bank sentral akan mengambil keputusan kejutan lebih lanjut jika perlu,” tambah Diaz de Leon.

Analis lain juga pesimistis dengan prospek ekonomi negara tersebut. Sejumlah ekonom dalam survei terbaru oleh Banxico memperkirakan kontraksi sebesar 7,6 persen, sementara Dana Moneter Internasional (IMF) melihat Meksiko sebagai negara dengan ekonomi terlesu tahun ini di antara negara-negara Amerika Latin.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Harga Minyak meksiko

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top