Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Pandemi Covid-19 Gerogoti Rantai Pasokan, Pendapatan HP Turun Dua Digit

Pandemi virus corona (Covid-19) turut menggerogoti rantai pasokan HP Inc. Raksasa pembuat komputer ini melaporkan penurunan penjualan secara triwulanan.
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  07:32 WIB
CEO HP Enrique Lores. - Istimewa
CEO HP Enrique Lores. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Pandemi virus corona (Covid-19) turut menggerogoti rantai pasokan HP Inc. Raksasa pembuat komputer ini melaporkan penurunan penjualan secara triwulanan.

Pendapatan perusahaan yang berbasis di California, Amerika Serikat, tersebut turun 11 persen menjadi US$12,5 miliar pada periode yang berakhir 30 April. Raihan ini lebih kecil daripada rata-rata perkiraan analis sebesar US$12,9 miliar, menurut data yang dihimpun Bloomberg.

Sementara itu, HP memproyeksikan laba, tidak termasuk beberapa pengeluaran, mencapai 39 sen hingga 45 sen per saham pada kuartal berjalan, jauh dari perkiraan analis sebesar 46 sen.

“HP akan menunda rencana buyback US$15 miliar sampai pasar stabil,” ujar Chief Financial Officer Steve Fieler setelah rilis laporan keuangan pada Rabu (27/5/2020), seperti dikutip dari Bloomberg.

Rencana buyback tersebut adalah bagian dari program bernilai US$16 miliar untuk mengembalikan lebih banyak uang kepada para pemegang saham.

Di sisi lain, HP melaporkan laba kuartal kedua tahun fiskal, tidak termasuk beberapa pengeluaran, sebesar 51 sen per saham, melebihi proyeksi analis sebesar 42 sen.

"Didorong oleh gangguan rantai pasokan, kami melihat dampak pada beberapa bisnis kami. Gangguan ini dimulai di China, kemudian berevolusi ke Asia Tenggara. Tapi kami kembali dengan kapasitas penuh,” ungkap CEO HP Enrique Lores.

Pendapatan dari divisi PC (personal computer) dan sistem terkait melorot 7 persen menjadi US$8,3 miliar pada periode tersebut. Adapun, penjualan di divisi pencetakan anjlok 19 persen menjadi US$4,15 miliar.

Para eksekutif perusahaan juga memperingatkan bahwa divisi pencetakan akan membukukan hasil yang lebih buruk pada kuartal berjalan yang berakhir Juli dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, tetapi pendapatan akan meningkat selama periode tersebut.

Perusahaan menargetkan untuk memangkas sebagian pengeluaran pada tahun 2022, termasuk dengan memangkas gaji karyawan. HP berharap akan mengucurkan lebih banyak uang untuk rantai pasokan dan upaya logistik pada periode saat ini.

Menyusul laporan tersebyt, saham HP jatuh ke level terendah US$16,12 dalam sesi extended trading setelah ditutup di level US$17,12 di New York pada Rabu (27/5/2020). Sepanjang tahun ini, saham perusahaan telah ambrol 17 persen.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

komputer hp
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top