Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

New Normal, Pembukaan Objek Wisata Tergantung Kesiapan Daerah

Menparekraf Wishnutama Kusubandio menyatakan bahwa pembukaan kembali tempat wisata di suatu daerah akan sangat tergantung pada kesiapan daerah masing-masing.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  14:15 WIB
Suasana Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/3/2020). Pihak PT Taman Wisata Candi (TWC) menutup sementara Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko menutup sementara dari hari Jumat (20/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020) untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di destinasi pariwisata. ANTARA FOTO - Hendra Nurdiyansyah
Suasana Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/3/2020). Pihak PT Taman Wisata Candi (TWC) menutup sementara Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko menutup sementara dari hari Jumat (20/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020) untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di destinasi pariwisata. ANTARA FOTO - Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan bahwa persiapan pembukaan tempat wisata lebih kurang akan butuh waktu sekitar satu bulan. Namun, hal ini akan sangat tergantung dengan kesiapan daerah masing-masing.

“Kurang lebih 1 bulan dari kita rencanankan untuk dibuka, bukan 1 bulan dari sekarang tapi 1 bulan dari daerah tersebut bisa dibuka,” kata Wishnutama seusai rapat terbatas dengan Presiden Joko Widodo melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Wishnutama menjelaskan perencanaan tersebut akan dimulai saat daerah tempat destinasi wisata tersebut telah aman dari Covid-19. Dengan demikian akses dan mobilitas dapat dikembalikan seperti sebelumnya dengan menerapkan konsep new normal.

Dia menjelaskan tahapan pertama dari daerah pariwisata adalah menyiapkan perencanaan mengenai standar operasional yang akan berlaku pada era new normal. Selanjutnya standar tersebut akan disimulasikan untuk melakukan mitigasi terhadap risiko apapun.

“Dan tentunya kita akan memprioritaskan sekali lagi nantinya daerah-daerah yang sudah siap karena kesiapan daerah adalah salah satu faktor yang sangat penting,” katanya.

Dalam persiapan tersebut, Kemenparekraf akan mendorong daerah pariwisata untuk menyiapkan diri sesuai dengan kemungkinan pergeseran referensi para turis.

Pandemi Covid-19 akan membuat para wisatawan domestik dan asing melihat faktor kebersihan dan kesehatan sebelum berkunjung ke suatu destinasi.

“Beberapa hal yang menjadi concern yang sangat utama adalah faktor kebersihan, kesehatan, dan keselamatan atau kita menyebutnya clean, health, and safety itu adalah hal yang sangat penting yang sedang kita persiapkan,” katanya.

Presiden, kata Menparekraf, menitipkan bahwa persiapan tersebut harus dilakukan secara teliti dan detail. Kemudian pada saat pelaksanaannya, evaluasi dan pengawasan secara berkesinambungan juga harus dilakukan.

Adapun, Presiden Joko Widodo dalam pembukaan rapat terbatas mengatakan bahwa sektor pariwisata harus mempersiapkan diri menyambut tantanan hidup yang baru atau new normal. Namun mengenai waktu, dia meminta semua dilakukan dengan tidak tergesa-gesa.

Jokowi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan menggeser tren pariwisata. Wisatawan akan menjadikan isu kesehatan, kebersihan, serta keamanan sebagai pertimbangan utama saat memilih destinasi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pariwisata Virus Corona New Normal
Editor : Fitri Sartina Dewi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top