Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Presiden Jokowi Ingatkan Sektor Pariwisata Siap Sambut New Normal

Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa sektor pariwisata harus mempersiapkan diri menyambut tantanan hidup yang baru atau new normal. Namun mengenai waktu, dia meminta semua dilakukan dengan tidak tergesa-gesa.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 28 Mei 2020  |  11:55 WIB
Suasana Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/3/2020). Pihak PT Taman Wisata Candi (TWC) menutup sementara Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko menutup sementara dari hari Jumat (20/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020) untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di destinasi pariwisata. ANTARA FOTO - Hendra Nurdiyansyah
Suasana Taman Wisata Candi Prambanan di Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (20/3/2020). Pihak PT Taman Wisata Candi (TWC) menutup sementara Candi Borobudur, Candi Prambanan dan Candi Ratu Boko menutup sementara dari hari Jumat (20/3/2020) hingga Minggu (29/3/2020) untuk mencegah penyebaran virus Corona atau COVID-19 di destinasi pariwisata. ANTARA FOTO - Hendra Nurdiyansyah

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan bahwa sektor pariwisata harus mempersiapkan diri menyambut tantanan hidup yang baru atau new normal. Namun mengenai waktu, dia meminta semua dilakukan dengan tidak tergesa-gesa.

Jokowi mengingatkan bahwa pandemi Covid-19 akan membuka sebuah pertahan tren pariwisata. Wisatawan akan menjadikan isu kesehatan, kebersihan, serta keamanan pertimbangna utama saat akan melakukan perjalanan.

“Selain itu referensi hiburan akan bergeser ke alternatif liburan yang tidak banyak orang, seperti solo travel tour, wellness tour, termasuk di dalamnya juga virtual tourism serta staycation,” kata Presiden membuka rapat terbatas tatanan normal baru di sektor pariwisata yang produktif dan aman Covid-19 melalui video conference, Kamis (28/5/2020).

Oleh karena itu, industri pariwisata dan ekonomi kreatif harus berinovasi dan melakukan perbaikan. Hal ini untuk membuat sektor tersebut beradaptasi dan dapat tetap menarik wisatawan mancanegara.

Presiden pun meminta protokol new normal sektor pariwisata harus menjawab seluruh isu tersebut. “Sebagai perbandingan saya minta lihat benchmark di negara lain yang sudah juga saya melihat menyiapkan ini dengan kondisi new normal di sektor pariwisata,” katanya.

Presiden juga meminta strategi khusus dalam promosi pariwisaya di era new normal. Pariwisata domestik merupakan yang paling relevan pada tahap awal.

“Wisatawan domestik dan untuk itu saya minta diidentifikasi daerah-daerah wisata, daerah-daerah tujuan destinasi wisata yang memiliki R0 di bawah 1, Rtnya di bawah 1, sehingga betul-betul secara bertahap kita bisa membuka sektor pariwisata, tapi sekali lagi dengan pengendalian protokol yang ketat,” katanya.

Adapun sebelumnya, Presiden meyakini industri pariwisata akan kembali menggeliat pada tahun depan. Hal ini dia prediksi setelah tahun ini semua warga dunia harus puasa pelesir akibat pandemi Covid-19.

Sepeti diketahui sejak kuartal pertama tahun ini, industri pariwisata merasakan dampak terkait pembatasan mobilitas, baik di dalam negeri, maupun secara global.

“Saya yakini ini hanya sampai pada akhr tahun. Tahun depan terjadi booming di pariwisata. Semua orang ingin menikmati kembali yang ada di wilayah daerah pariwisatanya,” kata Presiden membuka rapat terbatas mengenai mitigasi dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata dan ekonomi kreatif melalui video conference, Kamis (16/4/2020).

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi pariwisata
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top