Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tengok Cara Vietnam Atasi Covid-19 dan Jaga Optimisme Bisnis

Pemerintah menutup sekolah dan universitas, memberlakukan larangan bepergian bagi mereka yang telah mengunjungi daerah-daerah yang terdampak, serta mendenda mereka yang menyebarkan berita palsu di akun media sosial.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  12:13 WIB
Muda mudi menikmati pemandangan sore hari di pinggir sebuah sungai Vietnam. Bloomberg
Muda mudi menikmati pemandangan sore hari di pinggir sebuah sungai Vietnam. Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Januari lalu, ketika virus corona (Covid-19) mulai muncul di Vietnam, negara itu proaktif dan mengambil tindakan tegas untuk menangani pandemi.

Meskipun Vietnam memiliki perbatasan dekat dengan China, tempat virus corona berasal, negara tersebut berhasil menangani pandemi dengan baik.

Sejak Vietnam mencatat beberapa kasus pertama yang terinfeksi, pemerintah dengan cepat mengambil sejumlah langkah berani.

Pemerintah menutup sekolah dan universitas, memberlakukan larangan bepergian bagi mereka yang telah mengunjungi daerah-daerah yang terdampak, serta mendenda mereka yang menyebarkan berita palsu di akun media sosial.

Vietnam telah melakukan cukup baik dalam mengeluarkan semua 16 pasien yang terinfeksi dari rumah sakit.

Respons efektif telah meyakinkan bisnis yang berbasis di negara itu dan ekonomi Vietnam akan bangkit kembali setelah Covid-19.

"Vietnam menerapkan tanggapan yang kuat untuk mencegah penyebaran penyakit, termasuk lockdown secara nasional pada 1 April," seperti dilansir melalui Entrepreneur pada Senin (25/5).

Vietnam adalah negara satu partai dan telah memantapkan dirinya sebagai salah satu tujuan investasi paling populer di Asia Tenggara karena sistem politiknya yang stabil, pasar tenaga kerja potensial yang kuat, sumber daya yang melimpah, dan kelas menengah yang berkembang pesat.

Ketika berhadapan dengan pandemi, Partai Komunis Vietnam memiliki kekuatan monopoli yang memberlakukan beberapa aturan tegas dan ketat yang harus dipatuhi warga negaranya.

Tindakan awal dan penelusuran kasus dengan kontak yang terkait dengan isolasi sosial ini terbukti sangat efektif bagi Vietnam untuk mencegah dan bertarung dengan virus corona.

Sejauh ini, Vietnam telah menjaga jumlah kasus yang terinfeksi hingga beberapa ratus dan tidak ada yang meninggal karena virus mematikan ini.

Dengan populasi sekitar 97 juta jiwa, hingga 18 Mei 2020, Vietnam melaporkan hanya 320 kasus dan 260 pasien di antaranya telah keluar dari rumah sakit.

Respons efektif telah meyakinkan bisnis yang berbasis di negara itu dan ekonomi Vietnam akan bangkit kembali setelah Covid-19 tahun ini.

"Vietnam diperkirakan akan menjadi salah satu ekonomi dengan pertumbuhan tercepat di Asia Tenggara setelah pandemi virus corona, dengan pertumbuhan 4,8 persen tahun ini dan bangkit kembali menjadi 6,8 persen pada 2021," menurut laporan Asian Development Outlook 2020.

Vietnam dianggap berhasil mengendalikan pandemi virus corona dengan baik. Kesiapsiagaan, langkah-langkah progresif, dan tanggapan cepat telah menjadi kunci keberhasilan Vietnam.

Langkah-langkah ini telah mengurangi aktivitas ekonomi selama suatu periode, tetapi membantu membangun fondasi untuk pemulihan ekonomi, secara keseluruhan ekonomi akan bangkit kembali.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

asia vietnam Virus Corona
Editor : David Eka Issetiabudi
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top