Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Kemanjuran Obat Hydroxychloroquine untuk Sembuhkan Pasien Covid-19 Mulai Diragukan

Dewan Penelitian Medis India (ICMR) mengkaji efektivitas obat hydroxychloroquine setelah muncul keraguan tentang kemanjuran obat itu untuk pengobatan pasien Covid-19.
Nancy Junita
Nancy Junita - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  05:45 WIB
Obat Hydroxychloroquine. - Istimewa
Obat Hydroxychloroquine. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Dewan Penelitian Medis India (ICMR) mengkaji efektivitas obat hydroxychloroquine setelah muncul keraguan tentang kemanjuran obat itu untuk pengobatan pasien Covid-19.

ICMR adalah badan puncak di India untuk formulasi, koordinasi dan promosi penelitian biomedis, dan merupakan  salah satu badan penelitian medis tertua dan terbesar di dunia.

ICMR didanai oleh Pemerintah India melalui Departemen Riset Kesehatan, Kementerian Kesehatan dan Kesejahteraan Keluarga.

ICMR sedang merevisi rekomendasi hydroxychloroquine (HCQ) untuk pengobatan pasien Covid-19 setelah keraguan muncul mengenai efektivitas obat tersebut.

Soal kemungkinan hydroxychloroquine dikeluarkan dari daftar obat yang direkomendasikan untuk pasien Covid-19, Kepala Epidemiologi dan Penyakit Menular di ICMR, Dr Raman R Gangakhedkar mengatakan bahwa keputusan itu akan diambil setelah meninjau semua bukti yang telah dikumpulkan.

Dikutip dari timesofindia.com, ICMR sedang melakukan penelitian observasional, ada  lima rumah sakit telah terdaftar untuk menilai kemanjuran obat anti-malaria hydroxychloroquine sebagai obat pencegahan terhadap Covid-19 di antara petugas kesehatan.

Menurut pejabat ICMR, saat ini bukti kemanjuran hydroxychloroquine untuk menangani kasus Covid-19 masih terbatas, dan oleh karena itu, tidak ada cukup bukti untuk merekomendasikannya digunakan  masyarakat umum seperti sekarang ini.

ICMR merekomendasikan penggunaan hydroxychloroquine sebagai obat pencegahan bagi petugas kesehatan dan keluarga/rumah tangga yang mengurus pasien Covid-19.

Selain itu, Kementerian Kesehatan Uni telah merekomendasikan penggunaan hydroxychloroquine dikombinasikan dengan azithromycin untuk pasien Covid-19 yang parah dan memerlukan manajemen ICU.

Hydroxychloroquine adalah salah satu dari empat protokol perawatan yang sedang dievaluasi selama uji klinis terkontrol secara acak di bawah uji coba WHO untuk menemukan pengobatan yang efektif untuk Covid-19 di beberapa rumah sakit terpilih.

Tiga protokol pengobatan lainnya adalah remdesivir, kombinasi lopinavir dan ritonavir, dan lopinavir dan ritonavir dengan interferon beta-1a.

Hydroxychloroquine adalah obat lama dan murah yang digunakan untuk mengobati malaria. India adalah produsen obat terbesar di dunia. Hydorxychloroquine baru-baru ini gagal dalam dua uji coba terkontrol acak terpisah yang dilakukan di China dan Prancis, temuan itu dipublikasi dalam jurnal BMJ pada 15 Mei 2020.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

covid-19 Chloroquine
Editor : Nancy Junita
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top