Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Aturan Kerja ‘New Normal’: Perusahaan Wajib Jaga Nutrisi Makanan

Pemerintah meminta perkantoran dan industri untuk menyediakan asupan nustrisi makanan dan suplemen vitamin kepada pekerja di tengah situasi new normal pandemi Covid-19 saat ini.
Rio Sandy Pradana
Rio Sandy Pradana - Bisnis.com 25 Mei 2020  |  11:30 WIB
Sejumlah pekerja pabrik rokok menghitung uang Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran saat pembagian di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019). - ANTARA/Yusuf Nugroho
Sejumlah pekerja pabrik rokok menghitung uang Tunjangan Hari Raya (THR) Lebaran saat pembagian di Kudus, Jawa Tengah, Selasa (21/5/2019). - ANTARA/Yusuf Nugroho

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah meminta perkantoran dan industri untuk menyediakan asupan nustrisi makanan dan suplemen vitamin kepada pekerja di tengah situasi new normal pandemi Covid-19 saat ini. 

Hal ini tertuang dalam aturan normal baru yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan No. HK.01.07/MENKES/328/2020 tentang Panduan Pencegahan dan Pengendalian Covid-19 di Tempat Kerja Perkantoran dan Industri dalam Mendukung Keberlangsungan Usaha pada Situasi Pandemi. 

"Mengatur asupan nutrisi makanan yang diberikan oleh tempat kerja, pilih buah-buahan yang banyak mengandung vitamin C seperti jeruk, jambu, dan sebagainya untuk membantu mempertahankan daya tahan tubuh. Jika memungkinkan pekerja dapat diberikan suplemen vitamin C," tulis aturan yang dikutip Bisnis.com, Senin (25/5/2020).

Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto mengatakan dunia usaha dan masyakat pekerja memiliki kontribusi besar dalam memutus mata rantai penularan karena besarnya jumlah populasi pekerja dan besarnya mobilitas, serta interaksi penduduk umumnya disebabkan aktivitas bekerja.

“Tempat kerja sebagai lokus interaksi dan berkumpulnya orang merupakan faktor risiko yang perlu diantisipasi penularannya,” katanya sebagaimana dikutip dalam siaran pers Kementerian Kesehatan.

Selain itu, pemerintah juga mengimbau agat pekerja sif malam alias sif 3 sebaiknya ditiadakan. Pekerja wajib menggunakan masker sejak perjalanan dari/ke rumah, dan selama di tempat kerja. 

Biasanya, sif 3 mengatur waktu kerja yang dimulai pada malam hingga pagi hari. Namun, jika tak memungkinkan dan sif 3 tetap berjalan, diatur agar pekerja pada sif tersebut diutamakan untuk mereka yang berusia kurang dari 50 tahun.

Peraturan Pemerintah No. 21/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dalam rangka percepatan penanganan Covid-19 telah menyatakan bahwa PSBB dilakukan salah satunya dengan meliburkan tempat kerja. Namun dunia kerja tidak mungkin selamanya dilakukan pembatasan, roda perekonomian harus tetap berjalan.

“Untuk itu, pascapemberlakuan PSBB dengan kondisi pandemi Covid-19 yang masih berlangsung, perlu dilakukan upaya mitigasi dan kesiapan tempat kerja seoptimal mungkin sehingga dapat beradaptasi melalui perubahan pola hidup pada situasi Covid-19 atau New Normal,” ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenkes Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) New Normal
Editor : Rio Sandy Pradana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top