Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

IBM PHK Pegawai di Tengah Pandemi Covid-19, Jumlahnya Diduga Ribuan

International Business Machines Corp. memangkas sejumlah pegawai di setidaknya lima negara bagian. Perusahaan menolak untuk mengomentari jumlah total tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK).
Reni Lestari
Reni Lestari - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  09:36 WIB
Logo IBM - Reuters
Logo IBM - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - International Business Machines Corp. memangkas sejumlah pegawai di setidaknya lima negara bagian. Perusahaan menolak untuk mengomentari jumlah total tenaga kerja yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Berdasarkan tinjauan komunikasi internal IBM pada layanan pesan perusahaan Slack, jumlah karyawan yang terpengaruh kemungkinan mencapai ribuan. Hal ini dikatakan seorang pekerja yang berbasis di North Carolina yang kehilangan pekerjaannya bersama dengan seluruh timnya yang terdiri dari 12 orang.

"Kami selalu mempertimbangkan lingkungan saat ini, keputusan tenaga kerja IBM adalah untuk kepentingan kesehatan jangka panjang dari bisnis kami. Menyadari situasi sulit yang diakibatkan keputusan bisnis ini untuk beberapa karyawan kami, IBM menawarkan cakupan medis bersubsidi kepada semua karyawan AS yang terkena dampak hingga Juni 2021," kata juru bicara perusahaan Ed Barbini, dilansir Bloomberg, Kamis (22/5/2020).

Pemotongan itu juga memengaruhi karyawan di Pennsylvania, California, Missouri, dan New York, tempat IBM berpusat.

Pegawai lain yang kehilangan pekerjaannya mengatakan sebagian besar pengurangan difokuskan pada tenaga kerja IBM di Amerika Utara. Setengah dari 70-an orang di departemennya dipotong dan mengatakan hari terakhir bekerja yakni 22 Juni 2020.

Industri teknologi telah menderita kehilangan pekerjaan yang luas setelah pandemi virus corona memicu resesi parah. Airbnb Inc. dan Uber Technologies Inc. telah lebih dulu memangkas sekitar seperempat dari tenaga kerja mereka.

Sebelumnya, Hewlett Packard Enterprise Co. mengatakan akan memangkas sejumlah karyawan untuk menghemat uang, sementara Dell Technologies Inc. menangguhkan beberapa insentif staf.

Tidak jelas berapa banyak pemotongan IBM yang disebabkan oleh pandemi. Apalagi perusahaan juga telah menderita penurunan pendapatan selama bertahun-tahun.

Dalam pemaparan pendapatan perusahaan pada Januari lalu, IBM membahas pengurangan biaya melalui tindakan struktural agresif untuk meningkatkan daya saing unit konsultasi Layanan Teknologi Global, yang mewakili sekitar sepertiga dari pendapatan.

Dalam forum online hari ini, lusinan pekerja IBM yang baru menganggur, beberapa di antaranya mengatakan bahwa mereka telah bersama perusahaan selama lebih dari 20 tahun, menyesali situasi dan menyatakan kekhawatiran apakah akan menemukan pekerjaan baru. “Dengan situasi Covid, akan sulit untuk menemukan peluang baru,” tulis seseorang.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

phk ibm covid-19
Editor : Ropesta Sitorus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top