Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rektor UNJ Ditangkap KPK, Ini Penjelasan Kemendikbud

Rektor UNJ atau Universitas Negeri Jakarta Komarudin ditangkap KPK karena dugaan akan melakukan gratifikasi terhadap pejabat di Ditjen Dikti Kemendikbud.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  10:49 WIB
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih
Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia di Jakarta. - Bisnis/Samdysara Saragih

Bisnis.com, JAKARTA - Rektor UNJ atau Universitas Negeri Jakarta Komarudin ditangkap KPK karena dugaan akan melakukan gratifikasi terhadap pejabat di Ditjen Dikti Kemendikbud.

InspekturJenderal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Muchlis R. Luddin menuturkan Rektor UNJ itu diduga melakukan pemberian gratifikasi.

Sebelumnya, Kemendikbud menerima laporan dari masyarakat soal upaya pemberitan gratifikasi tersebut. "Laporan itu kami verifikasi, dicek. Setelah validitasnya akurat, bersama-sama KPK, kami tangkap," ujar Muchlis saat dihubungi Tempo.co, Jumat (22/5/2020).

Rektor UNJ Komarudin diduga memberikan Tunjangan Hari Raya atau hadiah Lebaran kepada pejabat di Kemendikbud.

Deputi Penindakan KPK Karyoto mengatakan Komarudin diduga meminta dekan fakultas dan lembaga di UNJ untuk mengumpulkan uang THR masing-masing Rp 5 juta kepada Kepala Bagian Kepegawaian UNJ Dwi Achmad Noor pada 13 Mei 2020.

THR diserahkan kepada Direktur Sumber Daya Direkotrat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendikbud dan beberapa staf SDM di Kemendikbud.

Muchlis mengatakan pemberian THR yang dilakukan oleh Rektor UNJ Komarudin atau pihak di luar instansi itu tak diperbolehkan. "Kan itu sama saja suap atau gratifikasi," kata Karyoto.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

KPK kemendikbud gratifikasi

Sumber : Tempo.co

Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top