Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Idulfitri di Era Corona, Presiden Jokowi Tak Gelar Open House Tahun Ini

Presiden Joko Widodo beserta jajarannya tidak akan mengadakan open house pada Idulfitri tahun ini. Hal ini merupakan bagian dari sikap pemerintah untuk ikut menerapkan physical distancing pada semua aktivitas.
Muhammad Khadafi
Muhammad Khadafi - Bisnis.com 22 Mei 2020  |  11:32 WIB
Ilustrasi-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi saat menggelar open house dalam rangka silaturahmi Idulfitri di Istana Bogor, Jumat (15/6/2018). Tahun 2020 ini Presiden Jokowi tidak menyelenggarakan open house terkait pandemi Corona dan demi menerapkan physical distancing. - Bisnis/David Eka Issetiabudi
Ilustrasi-Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Ibu Negara Iriana Jokowi saat menggelar open house dalam rangka silaturahmi Idulfitri di Istana Bogor, Jumat (15/6/2018). Tahun 2020 ini Presiden Jokowi tidak menyelenggarakan open house terkait pandemi Corona dan demi menerapkan physical distancing. - Bisnis/David Eka Issetiabudi

Bisnis.com, JAKARTA - Presiden Joko Widodo beserta jajarannya tidak akan mengadakan open house pada Idulfitri tahun ini. Hal ini merupakan bagian dari sikap pemerintah untuk ikut menerapkan physical distancing pada semua aktivitas.

“Tidak pernah ada pembahasan di dalam rapat terkait rencana open house,” kata Angkie Yudistia, Staf khusus milenial Presiden Joko Widodo, saat dikonfirmasi, Jumat (22/5/2020).

Angkie menjelaskan kegiatan open house memungkinkan terjadinya pertemuan massa dan interaksi jarak dekat sehingga berpeluang terjadinya penyebaran virus Corona secara cepat. Oleh karena itu Presiden menghindari hal tersebut, yang kemudian diikuti oleh seluruh jajaran di bawahnya.

“Presiden memahami bahwa momentum lebaran adalah adanya kegiatan saling berkomunikasi secara langsung untuk bermaaf-maafan dengan orang terdekat. Namun, situasi hari ini tentu belum memungkinkan untuk melakukan hal tersebut mengingat prioritas pemerintah kepada kesehatan sangat tinggi,” kata Angkie.

Angkie melanjutkan, dalam beberapa waktu terakhir upaya physical distancing telah dilakukan oleh Istana. Setiap rapat, baik yang bersifat paripurna maupun terbatas, diselenggaran Presiden Jokowi secara virtual.

“Belum ada rencana dalam waktu dekat untuk menggelar rapat dalam bentuk pertemuan fisik, sambil terus memantau perkembangan terkait penanganan Covid-19,” ujar Angkie.

Sebelumnya, Menteri Agama Fachrul Razi kembali mengajak umat Islam untuk menggelar salat Idulfitri di rumah. Menurut Fachrul Razi tren penularan Covid-19 di Indonesia masih cukup tinggi. Bahkan, bisa melonjak jika masyarakat tidak disiplin dalam mentaati pembatasan berkegiatan di tempat atau fasilitas umum, termasuk kegiatan keagamaan yang mengumpulkan banyak massa atau kerumunan.

"Saya menyeru dan mengajak, mari taati ketentuan undang-undang No 6 tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan. Patuhi juga Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Mari Salat Idulfitri di rumah saja bersama keluarga inti," pesan Menag, dikutip dari situs resmi Kemenag.

Kemenag akan menggelar sidang isbat awal Syawal 1441H pada 22 Mei. Isbat akan menetapkan kapan umat Islam di Indonesia akan berlebaran.

Sebagaimana Ramadan, Menag memperkirakan suasana Idulfitri akan berbeda dibanding tahun sebelumnya sebab Indonesia masih dalam masa pandemi Covid-19.

"Tetap jaga jarak, hindari kerumunan. Takbiran dan Salat Id di rumah. Silaturahim melalui media sosial," pesannya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Jokowi idulfitri open house Virus Corona
Editor : Saeno
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top