Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Tulisan Tangan Pak Harto Saat Menyerahkan Mandat kepada Habibie

Pak Harto, panggilan akrab Presiden Soeharto membacakan surat pernyataan berhenti sebagai Presiden RI pada 21 Mei 1998.
Stefanus Arief Setiaji
Stefanus Arief Setiaji - Bisnis.com 21 Mei 2020  |  16:22 WIB
Presiden ke/2 RI Soeharto didampingi Wakil Presiden BJ Habibie menyatakan mundur dari jabatannya di istana Negara, Jakarta
Presiden ke/2 RI Soeharto didampingi Wakil Presiden BJ Habibie menyatakan mundur dari jabatannya di istana Negara, Jakarta

Kabar24.com, JAKARTA — Hari ini, 22 tahun yang lalu, Presiden Soeharto menyatakan berhenti dari jabatannya sebagai Presiden Republik Indonesia.

Pak Harto, panggilan akrab Presiden Soeharto membacakan surat pernyataan berhenti sebagai Presiden RI pada 21 Mei 1998.

Berhentinya Pak Harto dari jabatan Presiden menjadi puncak dari gerakan mahasiswa dan massa yang menuntut adanya reformasi.

Beriringan dengan berhentinya Pak Harto, Wakil Presiden BJ Habibie dilantik sebagai Presiden ke-3 RI.

Dikutip dari dokumen Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Kamis (21/5/2020), surat pernyataan terkait dengan pelantikan Habibie sebagai Presiden, merupakan tulisan tangan langsung dari Pak Harto.

Tulisan tangan itu Pak Harto itu ada di balik lembaran kertas surat pernyataannya berhenti sebagai Presiden yang terketik dan tersusun rapi.

Goresan tangan Pak Harto itu berisi, Sesuai dengan pasal 8 UUD-45 maka Wakil Presiden Republik Indonesian Prof.Dr.BJ. Habibie yang akan melanjutkan sisa waktu jabatan Presiden Mandataris MPR 1998—2003. Atas bantuan dan dukungan rakyat selama saya memimpin negara dan bangsa Indonesia ini saya ucapkan terima kasih dan minta maaf bila ada kesalahan dan kekurangannya. Semoga bangsa Indonesia tetap jaya dengan Pancasila dan UUD 45-nya. Mulai hari ini Kabinet Pembangunan ke-VII demisioner dan pada para menteri saya ucapkan terima kasih.

Surat pernyataan berhenti Pak Harto terdiri dari tiga lembar. Di bagian lain lembaran itu juga ada pernyataan karena keadaan yang tidak memungkinkan untuk menyelenggarakan pengucapan sumpah di hadapan DPR maka untuk menghindari kekosongan pimpinan dalam penyelenggaran negara, sumpah jabatan Presiden dihadapan Mahkamah Agung.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

reformasi habibie soeharto
Editor : Stefanus Arief Setiaji
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top