Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Otoritas AS Selidiki Penyalahgunaan Data Tunjangan Pengangguran

The US Secret Service tengah menyelidiki kasus pencurian identitas orang Amerika Serikat (AS) untuk mengajukan tunjangan pengangguran.
Akbar Evandio
Akbar Evandio - Bisnis.com 18 Mei 2020  |  07:16 WIB
Gedung Putih Amerika Serikat. - istimewa
Gedung Putih Amerika Serikat. - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Otoritas keamanan Amerika Serikat yakni The US Secret Service tengah menyelidiki dugaan kasus pencurian data dan identitas warga Amerika Serikat, untuk mengajukan klaim tunjangan pengangguran.

Seperti dikutip dari The Verge, salah satu jurnalis keamanan siber yakni Brian Krebs menyebutkan, dia memperolseh memo rahasia dari The US Secret mengenai kasus tersebut.

Para pencuri data tersebut dikatakan dapat mengeksploitasi sistem keamanan yang lemah dalam sistem tunjangan pengangguran Amerika Serikat. Fakta itu diulasnya dalam blognya yakni KrebsonSecurity.

Selain itu, menurut Krebs, aksi pencurian data itu diduga dilakukan oleh jaringan kejahatan asal Nigeria. Data identitas warga AS yang dicuri pun beragam, mulai dari pekerja kantor pemerintahaan hingga karyawan swasta.

Adapun The US Secret Service mengatakan target utama para penipu itu adalah warga di Negara Bagian Washington, dengan bukti serangan lain di Florida, Massachusetts, North Carolina, Oklahoma, Rhode Island, dan Wyoming.

Sementara itu, berdasarkan data terkahir dari Pemerintah AS, terdapat sekitar 36 juta orang keluar dari pekerjaan karena pandemi virus Corona. Sejumlah kantor pelayanan tunjangan pengangguran di berbagai negara bagian telah dibanjiri dengan permohonan tunjangan tersebut.

Menurut New York Times, Negara Bagian Washington menyadari bahwa pihaknya memiliki masalah dalam beberapa hari terakhir ketika kantor penganggurnya mulai menerima telepon dari orang-orang yang mengatakan bahwa mereka telah menerima dokumen untuk tunjangan yang tidak mereka ajukan.

Sementara itu, Departemen Pengangguran Washington melihat peningkatan 27 kali lipat dalam klaim penipuan klaim sepanjang Maret dan April. Di samping itu Seattle Times melaporkan bawhwa Negara menghentikan pembayaran selama dua hari pekan lalu untuk mencoba membendung aliran klaim palsu.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

amerika serikat pengangguran pencurian data
Editor : Yustinus Andri DP
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top