Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Maju Tak Gentar, Trump: Perekonomian Harus Dibuka Kembali Apapun Risikonya

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan warga AS harus memulai kembali sehari-hari mereka bahkan jika jumlah infeksi dan kematian terus meningkat akibat wabah virus corona.
Aprianto Cahyo Nugroho
Aprianto Cahyo Nugroho - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  07:37 WIB
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis
Presiden AS Donald Trump berbicara dalam acara penandatanganan UU Otoritas Pertahanan Nasional untuk Tahun Fiskal 2020 di Pangkalan Militer Gabungan (Joint Base) Andrews, Maryland, AS, Jumat (20/12/2019). - Reuters/Leah Millis

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menegaskan warga AS harus memulai kembali sehari-hari mereka bahkan jika jumlah infeksi dan kematian terus meningkat akibat wabah virus Corona.

Berbicara di Phoenix selama perjalanan pertamanya di luar Washington dalam lebih dari sebulan terakhir, Trump mengatakan dia tengah mempersiapkan respons 'fase dua' terhadap virus Corona.

Aksi respons in i mencakup pembubaran gugus tugas Gedung Putih untuk virus Corona, yang di dalamnya termasuk Anthony Fauci dan Deborah Birx, yang telah mengarahkan respons pemerintah terhadap wabah sejauh ini.

 “Apakah beberapa orang akan terpengaruh? Iya. Apakah beberapa orang akan terpengaruh parah? Ya. Tapi kita harus membuka (perekonomian) negara kita dan kita harus segera membukanya,” ungkap Trump, seperti dikutip Bloomberg.

Dalam kunjungannya ke pabrik Honeywell International Inc. yang berbasis di Phoenix yang memproduksi masker medis, Trump mengatakan bahwa tekanan ekonomi di negara itu telah menjadi terlalu besar jika terus mempertahankan penutupan perekonomian.

Dia mendorong warga AS untuk menganggap diri mereka sebagai 'pejuang' ketika mereka mempertimbangkan untuk meninggalkan rumah mereka.

Trump telah menyatakan kekhawatirannya terhadap resesi yang dipicu oleh virus Corona, yang telah membuat lebih dari 30 juta orang warga AS kehilangan pekerjaan dan menurunkan elektabilitasnya dalam pemilihan presiden mendatang.

Hingga saat ini, AS masih mencatat kasus virus Corona terbesar di dunia, dengan sekitar 1,2 juta orang terinfeksi dan lebih dari 70.000 orang meninggal dunia sejauh ini.

Berbicara secara terpisah dalam wawancara dengan ABC News yang disiarkan Selasa malam, Trump mengatakan menutup ekonomi negara adalah keputusan terbesar yang pernah dia buat. Trump juga menegaskan keputusannya untuk membuka kembali perekonomian meskipun jumlah infeksi terus meningkat sampai vaksin berhasil dikembangkan.

"Akan ada lebih banyak kematian. Wabah akan terlewati dengan atau tanpa vaksin. Dan saya pikir kami sangat baik dalam pengembangan vaksin tetapi, dengan atau tanpa vaksin, virus akan berlalu dan AS akan kembali normal," ungkapnya.

"Tapi itu proses yang sulit. Tidak diragukan lagi,” lanjut Trump.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona Donald Trump

Sumber : Bloomberg

Editor : Hadijah Alaydrus
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

Foto

BisnisRegional

To top