Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Fokus Covid-19, Indonesia Minta Ketegangan di Laut China Selatan Diredam

Indonesia manaruh perhatian besar terhadap aktivitas terkini di Laut China Selatan di saat upaya global berperan vital untuk memerangi Covid-19.
Nindya Aldila
Nindya Aldila - Bisnis.com 06 Mei 2020  |  16:07 WIB
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A
Menteri Luar Negeri Retno LP Marsudi memberikan pernyataan pers terkait larangan masuk sementara bagi warga negara asing ke Indonesia di Kantor Kementerian Luar Negeri Jakarta, Kamis (5/3/2020). Pemerintah Indonesia mengeluarkan larangan masuk sementara ke Indonesia bagi warga negara asing dari sejumlah wilayah di Iran, Korea Selatan dan Italia terkait menyebarnya virus corona di tiga negara. ANTARA FOTO - Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA - Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyoroti pentingnya meredam potensi ketegangan di Laut China Selatan di masa pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan dalam konferensi pers yang juga mengundang media internasional yang dilakukan secara virtual, Rabu (6/5/2020).

Retno mengatakan Indonesia terus mengikuti perkembangan terkini di Laut China Selatan.

Oleh karena itu, Indonesia manaruh perhatian besar terhadap aktivitas terkini di Laut China Selatan yang dapat berpotensi meningkatkan ketegangan di saat upaya global berperan vital untuk memerangi Covid-19.

“Indonesia menegaskan pentingnya mempertahankan perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan termasuk memastikan kebebasan navigasi dan penerbangan dan mendesak seluruh pihak untuk menghargai hukum internasional khususnya Konvensi PBB tentang Kelautan atau United Nations Convention on the Law of the Sea tahun 1982,” ujarnya.

Dengan ditundanya negosiasi Code of Conduct (COC) terkait Laut China Selatan akibat Covid-19, Indonesia meminta semua pihak yang berkaitan untuk mengendalikan dan menahan diri dari tindakan yang dapat mengganggu kepercayaan dan berpotensi meningkatkan ketegangan di wilayah tersebut.

“Indonesia percaya dengan situasi yang kondusif di Laut China Selatan akan mendukung proses negosiasi COC. Kami akan tetap berkomitmen untuk memastikan kesimpulan COC yang efektif, substantif, dan beraksi meski keadaan di tengah pandemi.”

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

kemenlu laut china selatan covid-19
Editor : Oktaviano DB Hana
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top