Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Kasus Corona di Brasil Tinggi, Presiden Meremehkan dan Seperti Tak Punya Strategi

Korban meninggal virus Corona di Brasil 5.513 orang, tertinggi di antara negara-negara selatan Amerika. Namun, sang presiden seperti meremehkan dan tak memiliki strategi untuk menghadapinya.
Andya Dhyaksa
Andya Dhyaksa - Bisnis.com 30 April 2020  |  16:29 WIB
Bolsonaro mendengarkan lagu kebangsaan Brasil bersama sejumlah perempuan saat masa kampanye. - Reuters/Diego Vara.jpg
Bolsonaro mendengarkan lagu kebangsaan Brasil bersama sejumlah perempuan saat masa kampanye. - Reuters/Diego Vara.jpg

Bisnis.com, JAKARTA - Kasus virus Corona (Covid-19) di Brasil semakin mengkhawatirkan. Berdasarkan data yang dirilis oleh Johns Hopkins University of Medicine per hari ini, Kamis (30/4/2020), Negara Samba itu memiliki jumlah kasus pasien positif Corona mencapai 79.685 orang.

Angka tersebut membuat negara di Selatan Amerika itu menjadi negara ke-11 jumlah pasien positif secara global. Namun, untuk di daerah Amerika Selatan, Brasil menjadi yang tertinggi.

Dari angka pasien positif, jumlah kematiannya terhitung besar, yakni mencapai 5.513. Bandingkan dengan Peru, misalnya, yang memiliki pasien positif Corona mencapai 33.931 dengan jumlah kematian hanya 943.

Tingginya angka kematian tersebut seharusnya membuat negara siaga. Pemerintah dan masyarakat harus siaga menghadapi pandemi yang telah menawaskan 227.723 orang di seluruh dunia.

Sayangnya, Presiden Brasil, Jair Bolsonaro, terkesan meremehkan kondisi tersebut. Bukan hanya itu, Bolsonaro juga terkesan tak memiliki strategi untuk menghadapi wabah Corona

Hal ini bisa dilihat kala  para wartawan meminta komentar setelah korban tewas melewati angka 5.000 pada hari Selasa (28/4/2020), ia berkata: "Jadi apa? Maafkan aku. Apa yang Anda ingin saya lakukan?" ucapnya, seperti dikutip dari BBC

Salah satu kota yang terkena dampak terburuk adalah Manaus di Amazon. Walikota kota mengatakan bahwa mereka sedang bersiap untuk mengadakan lebih dari 4.000 pemakaman pada bulan Mei - empat kali lipat dari jumlah biasanya.


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19
Editor : Andya Dhyaksa

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top