Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Pemerintah Prioritaskan Produksi Test Kit dan Reagen Pemeriksan Virus Corona

Akibatnya, dalam situasi reagen langka di dunia, Indonesia kesulitan, sehingga pekan lalu sempat ada 7 rumah sakit yang tidak bisa melakukan tes virus corona.
Andi M. Arief
Andi M. Arief - Bisnis.com 27 April 2020  |  16:49 WIB
Seorang staf menaruh alat uji asam nukleat di pabrik Luoyang Ascend Biotechnology Co., Ltd di Luoyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Maret 2020. - Xinhua/Li Jianan
Seorang staf menaruh alat uji asam nukleat di pabrik Luoyang Ascend Biotechnology Co., Ltd di Luoyang, Provinsi Henan, China tengah, pada 4 Maret 2020. - Xinhua/Li Jianan

Bisnis.com, JAKARTA – Juru bicara pemeirntah untuk penanggulangan Covid-19 Achmad Yurianto menegaskan bahwa saat ini pemerintah memprioritaskan produksi test kit dan reagen lokal untuk tes virus corona SARS-CoV-2 berbasis polymerase chain reaction (PCR).

Yuri mengatakan hal itu saat pemaparan update kasus Covid-19 di Indonesia,  Senin (27/4/2020).

Dikatakan, memproduksi reagen dan test kit adalah hal penting, pasalnya selama ini Indonesia masih mengimpor reagen.

Akibatnya, dalam situasi reagen langka di dunia, Indonesia kesulitan, sehingga pekan lalu sempat ada 7 rumah sakit yang tidak bisa melakukan tes virus corona.

“Secara bertahap nanti kita mampu memproduksi reagen dan test kit secara mandiri untuk kepentingan tes virus secara PCR,” ujar Yuri.

Dia menyebut per hari ini, Senin (27/4/2020), ada 436.000 reagen yang sudah didistribusikan, dan ini menjadi kunci untuk bisa melaksanakan 10.000 tes PCR sehari.

“Ini penting untuk kita agar bisa melaukan tes virus corona, melacak, dan melaksanakan terapi bagi yang konfirmasi positif Covid-19,” tambahnya.

Hingga hari ini, ada 214 penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia, sehingga total 9.096 orang. Adapun pasien sembuh bertambah 44 orang, sehingga total 1.151 orang yang sudah sembuh dari Covid-19.

Kemudian, ada penambahan pasien meninggal sebanyak 22 orang, sehingga total yang meninggal 765 orang.

 


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona
Editor : Nancy Junita

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top