Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

PBB : Jangan Jadikan Corona Alasan Bertindak Represif

Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan virus corona dapat menjadi alasan bagi beberapa negara untuk melakukan tindakan represif.
Newswire
Newswire - Bisnis.com 23 April 2020  |  17:05 WIB
Sekjen PBB Antonio Guterres - Reuters
Sekjen PBB Antonio Guterres - Reuters

Bisnis.com, NEW YORK – Sekjen Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) Antonio Guterres mengatakan virus corona dapat menjadi alasan bagi beberapa negara untuk melakukan tindakan represif demi hal yang tak berkaitan dengan pandemi. Guterres memperingatkan wabah itu berisiko menjadi krisis hak asasi manusia.

Dia menyiarkan laporan PBB yang menyoroti bagaimana hak-hak asasi manusia mestinya menuntun tanggapan dan pemulihan bagi krisis kesehatan, sosial dan ekonomi yang melanda dunia. Dia menambahkan bahwa karena virus itu tak pandang bulu, dampaknya pun demikian.

"Kita lihat dampaknya yang luar biasa pada beberapa komunitas tertentu, meningkatnya ujaran kebencian, kelompok-kelompok rentan yang jadi sasaran dan risiko tanggapan keamanan yang opresif yang merongrong penanganan kesehatan," kata Guterres pada Kamis (23/4/2020).

Laporan PBB itu menyebutkan para migran, pengungsi, dan mereka yang tersingkirkan dari kampung halaman merupakan yang paling rentan. Lebih dari 131 negara menutup perbatasan mereka, hanya 30 negara yang membolehkan masuk para pencari suaka.

"Dalam konteks bangkitnya nasionalisme kesukuan, populisme, otoritarianisme dan pukulan balik melawan hak asasi manusia di beberapa negara, krisis ini dapat memberikan alasan untuk melakukan langkah-langkah represif demi tujuan yang tak terkait dengan pandemi. Ini tak bisa diterima," katanya. PBB tak memberi contoh khusus langkah-langkah itu.

Guterres mengimbau pemerintah untuk transparan, tanggap, dan bertanggung jawab dan menekankan bahwa ruang warga sipil dan kemerdekaan pres itu "genting."

Dia menguatarakan: "Tanggapan terbaik adalah yang menjawab secara proposional ancaman langsung seraya melindungi hak asasi manusia dan aturan hukum."

Dengan penutupan bisnis dan ratusan juta orang diminta tinggal di rumah untuk menghindari menyebarkan virus, Dana Moneter Internasional meramalkan dunia akan mengalami kemerosotan paling tajam sejak Depresi Besar 1930-an.

Laporan PBB itu menyebutkan pandemi itu sedang melahirkan kesulitan lebih jauh sehingga "jika tak diredakan, akan menimbulkan ketegangan dan dapat menimbulkan kerusuhan warga masyarakat," seraya menambahkan bahwa kerusuhan itu kemudian dapat memicu tanggapan keamanan yang bermuatan kekerasan.

"Bersama-sama kita lakukan, jangan pernah kita lupa: Ancamannya adalah virus, bukan manusia," kata Guterres.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

pbb Virus Corona

Sumber : Antara/Reuters

Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.
0 Komentar

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top