Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

DPR AS Voting Stimulus US$484 Miliar Pakai Masker dan Sarung Tangan

“Kita meminta para pedagang untuk bekerja, sopir truk untuk mengemudi, dan perawat untuk mempertaruhkan hidup mereka. [Anggota] Kongres dapat hadir untuk melakukan VOTING.”
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 23 April 2020  |  16:59 WIB
Bendera Amerika Serikat -  JIBI
Bendera Amerika Serikat - JIBI

Bisnis.com, JAKARTA – Kecamuk pandemi virus corona (Covid-19) di Amerika Serikat tak membuat gentar para pembuat kebijakan melangkahkan kaki mereka.

Para anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS berencana bersidang pada hari ini, Kamis (23/4/2020), pukul 10 pagi waktu setempat (malam WIB) untuk memberikan persetujuan final atas rencana stimulus bernilai US$484 miliar yang bertujuan mendukung perekonomian AS.

Ini akan menjadi pertama kalinya bagi para pembuat kebijakan untuk berkumpul dalam suatu kelompok besar. Terakhir kali mereka berkumpul adalah pada 27 Maret ketika rencana stimulus sebelumnya disetujui.

Berbeda dengan Senat, yang dapat meloloskan paket darurat terbaru ini dalam pemungutan suara bertempo cepat yang hanya dihadiri segelintir senator, adanya peluang keberatan dari salah satu pihak di DPR mengharuskan sedikitnya separuh dari 429 anggota untuk pergi ke Washington.

Dari dua sesi voting yang dijadwalkan, mereka akan dibagi menjadi kelompok-kelompok yang masing-masing berjumlah 60 orang. Mereka kemudian akan diatur dalam urutan abjad dan akan memasuki ruangan DPR melalui pintu tertentu kemudian keluar melalui pintu lain.

Untuk kesempatan ini, mereka akan disediakan sarung tangan dan masker.

“Saya membawa [sarung tangan dan masker] sendiri jadi saya berniat untuk menggunakannya,” ungkap anggota Demokrat dari Michigan Dan Kildee, seperti dilansir dari Bloomberg.

Perdebatan tentang rencana pengeluaran, yang hampir pasti akan diloloskan dan telah dijanjikan oleh Presiden Donald Trump untuk ditandatangani, itu akan berlangsung selama dua jam.

Pada hari yang sama, DPR juga akan memberikan suara mengenai rencana membentuk panel yang mengawasi pengeluaran untuk virus corona.

Pemungutan suara itu akan dilakukan lebih dulu, kemudian para anggota DPR akan beristirahat selama 30 menit sehingga ruang sidang dapat dibersihkan sebelum masuk kembali untuk memberikan suara soal paket stimulus tersebut.

Setiap pemungutan suara dapat memakan waktu hingga satu jam untuk diselesaikan mengingat pembatasan yang diberlakukan. Sementara itu, anggota DPR yang berusia lanjut dan kesehatannya berisiko diperkirakan akan tetap tinggal di rumah.

Pada Maret, DPR AS meloloskan rencana stimulus bernilai US$2 triliun melalui voting, tetapi hanya setelah kuorum anggota kongres memasuki ruang itu untuk mengatasi keberatan dari salah seorang anggota Republik.

Para pemimpin DPR belum menyetujui rencana pemungutan suara alternatif, apakah dengan voting secara elektronik (e-voting) dari rumah mereka atau mengizinkan anggota untuk memberikan kuasa (proxy) melakukan voting kepada anggota lain.

Kubu Demokrat telah merencanakan untuk mengadopsi sistem proxy pada Kamis, tetapi isu terkait hal ini kemudian ditangguhkan di tengah pertentangan dari Republik.

“Amerika menginginkan para perwakilan mereka untuk bertindak seperti layaknya PEMIMPIN yang memiliki keberanian, bukan orang lemah dalam persembunyiannya,” tulis anggota Republik Dan Crenshaw dalam akun Twitter miliknya.

“Kita meminta para pedagang untuk bekerja, sopir truk untuk mengemudi, dan perawat untuk mempertaruhkan hidup mereka. [Anggota] Kongres dapat hadir untuk melakukan voting.”


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

dpr masker
Editor : Hadijah Alaydrus

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top