Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

Tagar Bebaskanravio Trending Topik Di Twitter, Petisi pun Muncul

Tagar #bebaskanravio menjadi trending topik dan dicuit sebanyak 32.000 cuitan hingga pukul 20.39 WIB malam ini.
Mia Chitra Dinisari
Mia Chitra Dinisari - Bisnis.com 23 April 2020  |  20:52 WIB
Ravio Patra - Linkedin
Ravio Patra - Linkedin

Bisnis.com, JAKARTA - Media sosial twitter masih diramaikan dengan kabar penangkapan Ravio Patra aktivis yang akun whatsappnya diretas oleh hacker.

Tagar #bebaskanravio menjadi trending topik dan dicuit sebanyak 32.000 cuitan hingga pukul 20.39 WIB malam ini.

Penangkapan Ravio Patra diungkapkan oleh Direktur Eksekutif SAFEnet Damar Juniarto. Melalui siaran pers, Kamis (23/4/2020).

Penangkapan dilakukan karena Ravio diduga menyebarkan ujaran kebencian melalui whatsappnya yang ternyata sudah diretas hacker dan digunakan untuk memprovokasi.

Tagar #bebaskanravio ini menuntut Ravio dibebaskan karena mereka menganggap dia tidak bersalah dan hanya menjadi korban hacker.

Berikut beberapa komentar warganet

ini serem banget. Whatsappnya Ravio udah pake not one, but TWO layers of added security (2 Factor Authentication + Fingerprint) dan masih bisa diretas sama orang lain. How powerful are the people we're facing #bebaskanravio

#bebaskanravio mas ravio perlu menjelaskan detail device, apps installed, dan timeline bbrp hari terakhir, agar expert diluar sana bisa narrowing possible attack vectornya... Phising are the easiest way to steal your 2FA keys, social engineering beforehand, MITM etc.

I’ve known Ravio since college. Worked on several projects and joined competitions together. Knowing his knowledge and capability, he is absolutely not capable of being a provocateur. Shame on u, democracy! #bebaskanravio

Seperti kata AgnesMo, "Im Ravio, what about you?"
#BebaskanRavio

Bahkan, dukungan untuk membebaskan Ravio juga dibuat dalam bentuk petisi di change.org.

Petisi yang dibuat oleh Ryan Fajar Febrianto itu hingga malam ini sudah ditandangani oleh 6.245 ornag dengan target mendapatkan 7.500 tandatangan.

Petisi ditujukan langsung kepada presiden Joko Widodo.

Dalam petisi itu, Ryan menjelaskan alasannya membuatnya sebagai berikut : 

Pagi ini saya kaget dengar berita penangkapan teman dekat saya, Ravio Patra. Sejak 2014, saya bekerja dengan Ravio dalam berbagai inisiatif, khususnya untuk isu perlindungan anak. Ravio memang anak muda yang cerdas dan tidak pernah takut untuk menyuarakan ketidakadilan dan kebenaran. 

Ravio ditanggap polisi hari Rabu 22 April 2020 sekitar pukul 21.00 - 22.00. Sampai sekarang, tidak diketahui Ravio ditahan dimana dan berdasarkan apa.

Mungkin sebagian besar mengenal Ravio dari cuitan-cuitannya yang kritis di Twitter. Lewat akun @raviopatra, Ravio kritis bahas kebijakan penanganan COVID-19, termasuk konflik kepentingan para staf khusus milenial dalam program Kartu Prakerja. 

Selama tiga tahun terakhir, Ravio aktif di Open Government Partnership (OGP) untuk mendorong keterbukaan dan transparansi di Indonesia. Nggak heran kalau dia kritis tentang masalah ini.

Penangkapan Ravio ini membuat saya geram, terutama ditengah situasi COVID-19 dimana masyarakat membutuhkan transparansi informasi, khususnya dari Pemerintah.  

Sejak Rabu jam 14.00 siang Ravio nggak bisa akses WhatsAppnya. Dan setelah dilaporkan, pihak WhatsApp konfirmasi adanya peretasan atau hacking di akun Ravio. Akun Ravio dipakai untuk sebarkan pesan provokatif ajakan penjarahan pada tanggal 30 April, bahkan ke nomor nggak dikenal.

Lanjut sekitar pukul 19.00 malam, ada yang datang mencari Ravio di kostnya. Rekan SAFEnet kemudian meminta Ravio untuk mematikan handphone dan mencabut baterai handphone sesuai prosedur keamanan standar, lalu mengevakuasi diri ke rumah aman. Malam itu juga, Ravio ditangkap di depan rumah aman. 

Kalau dilihat dari kronologisnya, peretasan dan penyebaran itu terkesan untuk kambinghitamkan Ravio sebagai penyulut kerusuhan. Pemerintah harus pastikan perlindungan hukum warga negara sesuai UUD 1945.

Karena itu, saya mendesak Presiden Joko Widodo dan Kapolri untuk segera melepaskan teman saya, Ravio Patra dan mengungkap siapa pelaku yang meretas handphone Ravio Patra dan memprosesnya sesuai dengan jalur hukum.

Salam, 

Ryan Fajar Febrianto


Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

hacker Ravio Patra
Editor : Mia Chitra Dinisari

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top