Cari berita
Bisnis.com

Konten Premium

Bisnis Plus bisnismuda Koran Bisnis Indonesia tokotbisnis Epaper Bisnis Indonesia Konten Interaktif Bisnis Indonesia Group Bisnis Grafik bisnis tv

Yasonna Ingatkan Jajaran Agar Tak Terbuai Keberhasilan Napi Bebas Asimilasi

Menurut Yasonna, napi yang bebas dari program asimilasi hanya sedikit yang kembali berulah, Ia mengingatkan kepada seluruh jajarannya untuk tetap siaga.
Setyo Aji Harjanto
Setyo Aji Harjanto - Bisnis.com 20 April 2020  |  14:05 WIB
Yasonna Ingatkan Jajaran Agar Tak Terbuai Keberhasilan Napi Bebas Asimilasi
Ilustrasi. Narapidana berada di dalam Rumah Tahanan Klas IIB Kota Pekanbaru, Riau, Minggu (7/5). - Antara/Priyatno
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manasuia (Kemenkumham) mencatatat bahwa hingga 20 April 2020 pukul 07.00 WIB, jumlah warga binaan yang dibebaskan lewat program asimilasi mencapai 38.822 orang.

Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly mengatakan, meski angka pengulangan tindak pidana sebenarnya rendah, berbagai evaluasi tetap harus dilakukan untuk memulihkan rasa aman di dalam masyarakat. Menurut dia hal ini sangat penting kita lakukan.

"Dari 38 ribu lebih warga binaan yang dibebaskan lewat program ini, asumsikan saja 50 orang yang kembali melakukan tindak pidana. Angka pengulangan ini sebenarnya masih sangat rendah, bahkan jauh di bawah rate residivisme sebelum Covid-19 ini," kata Yasonna dalam keterangannya, Senin (20/4/2020).

Meski angka pengulangan kejahatan para warga binaar rendah, dia meminta agar semua pihak tidak lengah dan dijadikan alasan. Terlebih, lanjut Yasonna, saat ini publik disuguhi informasi yang mengerikan, termasuk yang sebenarnya merupakan hoaks, terkait warga binaan asimilasi di sejumlah daerah.

"Karenanya, bila ada berita di media terkait pengulangan tindak pidana, saya minta setiap kanwil bertindak aktif memastikan kebenarannya di kepolisian. Hal ini harus dilakukan agar masyarakat tidak jadi ketakutan akibat berita miring yang tidak benar,” katanya.

Dalam sesi pengarahan itu, Yasonna kembali mengingatkan agar kebijakan asimilasi ini bersih dari pungli. Dia menegaskan ada hukuman berat menanti bila ada pegawai melakukan pungli terhadap narapidana yang berhak mendapatkan program asimilasi.

“Di luar itu, saya ucapkan terima kasih untuk kerja keras setiap pegawai di bawah naungan Kemenkumham menghadapi masa-masa kedepan. Jangan lupa untuk tetap waspada menjaga kesehatan, jangan bermain-main dengan kondisi Covid-19 ini, serta jangan lupa melaporkan setiap kegiatan atau perkembangan yang ada,” ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

napi yasonna laoly
Editor : Andya Dhyaksa
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top