Cari berita
  • facebook
  • twitter
  • instagram
  • youtube
Bisnis.com

Konten Premium

Epaper Bisnis Indonesia tokotbisnis Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group bisnis tv bisnismuda

IMF Prediksi Ekonomi Global Menyusut 3 Persen Tahun Ini

Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksikan "Great Lockdown" akan menjadi peristiwa resesi terparah sejak Depresi Besar.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 15 April 2020  |  08:18 WIB
IMF Prediksi Ekonomi Global Menyusut 3 Persen Tahun Ini
Logo The International Monetary Fund (IMF). - Reuters
Bagikan

Bisnis.com, JAKARTA -- Dana Moneter Internasional (IMF) memprediksikan "Great Lockdown" akan menjadi peristiwa resesi terparah sejak Depresi Besar.

Organisasi internasional itu juga memperingatkan bahwa kontraksi dan pemulihan ekonomi dunia akan mengarah ke skenario terburuk dari yang diperkirakan jika virus Corona bertahan lama atau kembali mencuat.

Laporan World Economic Outlook yang disampaikan untuk pertama kalinya sejak penyebaran virus corona pertama kali diketahui dan melumpuhkan sejumlah ekonomi memperkirakan bahwa produk domestik bruto global akan menyusut 3 persen tahun ini.

Dilansir melalui Bloomberg, prediksi tersebut berbanding terbalik dengan proyeksi ekspansi sebesar 3 persen yang disampaikan pada Januari 2020 dan kemungkinan besar mengarah pada kemerosotan terbesar dalam hampir satu abad terakhir.

"Krisis ini berbeda dari yang sebelumnya. Seperti dalam perang atau krisis politik, ada ketidakpastian yang berlanjut tentang durasi dan intensitas guncangan," tulis Kepala Ekonom IMF Gita Gopinath, seperti dikutip melalui Bloomberg, Selasa (14/4/2020).

Prediksi ini juga jauh lebih tinggi dari kontraksi ekonomi global sebesar 0,1 persen pada krisis keuangan 2009.

Meskipun ada antisipasi pertumbuhan sebesar 5,8 persen untuk tahun depan, yang akan menjadi rebound terkuat sejak 1980, IMF mengingatkan masih ada risiko yang dapat memicu pertumbuhan tertekan.

"Kondisinya sangat bergantung pada berapa lama pandemi berlangsung, pengaruhnya terhadap aktivitas serta tekanan di pasar keuangan dan komoditas," kata organisasi yang bermarkas di Washington, D.C., ini.

Bahkan jika ramalan IMF terbukti akurat, disebutkan bahwa output di pasar negara maju dan berkembang akan lebih rendah dari tren pra-virus sampai tahun 2021.

Opini ini tampaknya memupus segala harapan yang tersisa untuk potensi rebound ekonomi yang drastis dari kondisi darurat kesehatan.

Dalam nada yang lebih pesimistis, IMF menggambarkan tiga skenario alternatif yakni jika pandemi virus Corona berlangsung lebih lama, virus kembali muncul pada 2021, atau keduanya.

Pandemi yang lebih panjang akan menggerus PDB sebesar 3 persen tahun ini, sementara itu jika virus kembali muncul atau berlangsung hingga tahun depan proyeksi output 2021 akan berkurang hingga 8 persen.

Seperti halnya penyebaran virus, pukulan terhadap ekonomi juga hampir merata.

PDB Amerika Serikat diperkirakan terkontraksi 5,9 persen dibandingkan dengan prospek ekspansi globalnya sebesar 2 persen yang diperkirakan pada Januari lalu. IMF memperkirakan ekonomi Negeri Paman Sam tumbuh 4,7 persen tahun depan.

Sementara itu ekonomi zona euro diperkirakan akan menyusut 7,5 persen pada 2020 dan berekspansi 4,7 persen pada 2021.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Simak Video Pilihan di Bawah Ini :

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ekonomi global resesi imf Virus Corona
Editor : Hadijah Alaydrus
Bagikan

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Lainnya

Berita Terkini

back to top To top