Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Desainer Manfaatkan Momentum Penggunaan Masker

Penggunaan masker kain bisa mencegah penularan virus corona (Covid-19) di tengah pandemi.
Nirmala Aninda
Nirmala Aninda - Bisnis.com 09 April 2020  |  18:57 WIB
nPenjahit Bone Indah kota Sorong saat menyiapkan masker gratis bagi masyarakat. - Antara/Ernes Kakisina
nPenjahit Bone Indah kota Sorong saat menyiapkan masker gratis bagi masyarakat. - Antara/Ernes Kakisina

Bisnis.com, JAKARTA - Pusat Pengendalian Penyakit (CDC) secara resmi merekomendasikan penggunaan masker wajah secara luas untuk membantu memperlambat penyebaran virus corona, bukan masker respirator wajah N95 untuk keperluan medis.

CDC mendesak masyarakat untuk mengenakan masker yang terbuat dari lapisan kain atau katun yang berpori (seperti kapas) saat berada di tempat umum dan dalam situasi lain di mana mungkin sulit untuk mempraktikkan jarak sosial.

Merek-merek fashion besar dan produsen barang-barang mewah seperti Prada, LVMH (pemilik Louis Vuitton dan Dior), Kering (pemilik Balenciaga dan Saint Laurent), dan bahkan Lamborghini, menjahit masker untuk tenaga medis dan sejauh ini baru disebarkan di Eropa.

Kepala Analis Industri untuk sektor ritel di NPD Group, Marshal Cohen, mengatakan bahwa kondisi ini akan mengubah masker menjadi produk aksesori mainstream.

"Kita akan melihat ini menjadi barang utama dan produk fesyen, bahkan ditandai sebagai pengingat masa ini," katanya, seperti dikutip melalui Bloomberg, Kamis (9/4).

Sempat langkah, Cohen memperkirakan bahwa masker akan menjadi produk utama ritel yang tersedia dalam berbagai corak dan pola yang modis, serangkaian warna dan bahkan sebagai produk yang bisa disesuaikan dengan keinginan pembeli.

Beberapa desainer yang menjual maskenya kepada konsumen mengubah kebutuhan baru menjadi bentuk ekspresi diri. Ini adalah hal yang lazim dilakukan oleh industri fesyen dan dapat memberikan sumber pendapatan yang sangat dibutuhkan bagi perusahaan di tengah bisnisnya yang mengering.

Label fesyen avant garde, threeASFOUR, membuat masker berbahan dasar sutera de chine dan kapas poplin dengan jual sebesar US$44,44 per buah.

Menurut label tersebut, 10 persen dari setiap pembelian digunakan untuk menciptakan masker medis untuk dukungan komunitas kesehatan di New York City.

Desainer Chrys Wong dari label Maison Modulare, yang berfokus pada konsep keberlanjutan, merilis koleksi masker mewah di situs webnya, mulai dari US$18 untuk masker katun bermotif sederhana dan US$120 untuk yang terbuat dari tiga lapis renda Prancis.

Pada skala yang lebih kecil, para pengguna Etsy yang kreatif telah bangkit untuk memanfaatkan kesempatan dengan merilis produk masker DIY.

Masih sangat awal untuk melakukan penghitungan apapun, jadi tidak ada data yang tersedia untuk menggambarkan ukuran pasar masker fesyen, tetapi ada potensi yang sangat besar.

Menurut Cohen, jika setiap orang di AS diminta untuk menggunakan masker, jumlah nya sudah mencapai 280 juta pelanggan.

"Sekarang gandakan angka itu dengan jumlah populasi dunia, itu peluang besar," tambahnya.

Sementara para desainer dapat mulai menambahkan masker ke dalam koleksi mereka, kebutuhan masker mungkin baru dapat dipenuhi selama beberapa pekan atau sepekan ke depan sebelum rantai pasokan dan logistik memungkinkan pengiriman.

Jika nanti akan dirilis masker dengan bahan tweed khas Chanel, atau nilon yang terasosiasi dengan Prada, atau bahkan masker kulit khas Birkin yang serasi dengan tas Hermes Anda? Kita sudah tidak akan terkejut lagi.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

industri masker wajah masker
Editor : Novita Sari Simamora
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top