Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Ilmuwan Inggris Sumbang 1 Juta Euro Untuk Tingkatkan Sistem Pengujian Virus Corona

Dia adalah Mike Fischer yang telah meluncurkan program COVID-19 Volunteer Testing Network, yang bertujuan untuk menggunakan peralatan umum yang ada di ribuan laboratorium untuk melakukan tes pengujian virus corona.
Syaiful Millah
Syaiful Millah - Bisnis.com 03 April 2020  |  16:20 WIB
Mike Fischer
Mike Fischer

Bisnis.com, JAKARTA – Ilmuwan dan pengusaha asal Inggris menyumbangkan dana senilai 1 juta euro dari uangnya sendiri untuk membangun jaringan laboratorium yang diharapkan bisa meningkatkan pengujian virus corona baru atau COVID-19 di negaranya.

Dia adalah Mike Fischer yang telah meluncurkan program COVID-19 Volunteer Testing Network, yang bertujuan untuk menggunakan peralatan umum yang ada di ribuan laboratorium untuk melakukan tes pengujian virus corona.

Lulusan fisika dari Oxford University itu saat ini menjalankan laboratorium riset mesin nirlabanya di Abingdon, bernama Systems Biology Laboratory yang menguji lebih dari 200 pekerja National Health Service di 18 operasi di Oxfordshire dua minggu sekali.

Fishcer mengatakan langkah berikutnya yang akan dilakukan adalah merekrut 200 laboratorium untuk melakukan rata-rata 100 tes per hari yang dapat ditingkatkan hingga 500 tes setelah dilakukan penyempurnaan proses pengujian.

Adapun, tujuan akhir dari proyeknya ialah memiliki 1.000 laboratorium yang dapat melakukan 800.000 tes per hari terkait virus corona baru ini. Laboratorium dilaporkan akan menggunakan peralatan seperti mesin PCR yang ditemukan ada di banyak departemen sains universitas.

Dia telah meminta laboratorium yang memiliki mesin PCR untuk bergabung dengan proyeknya dalam rangka memerangi pandemi COVID-19, “Ini adalah panggilan untuk terlibat. Kami membutuhkan semua orang yang memiliki pengalaman dan peralatan untuk mulai melakukannya,” katanya seperti dikutip Metro, Jumat (3/4).

Julian Peto, ahli epidemiologi kanker di London School of Hygiene and Tropical Medicine mengatakan bahwa mesin PCI ini ada di setuap universitas dan laboratorium komersial di Inggris. Dia memperkirakan jumlahnya ada sekitar 14.000 unit.

“Jika orang yang sudah mengoperasikan mesin itu berlaih ke pengujian terhadap virus. Kita akan bisa menguji semua orang di Inggris seminggu sekali dan akan dapat menguji setiap hari orang yang melakukan kontak dengan pasien, khususnya bagi perawat, dokter, dan NHS,” katanya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

ilmuan Virus Corona
Editor : Mia Chitra Dinisari
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

BisnisRegional

To top