Bisnis.com
Epaper Bisnis Indonesia BIGStore Koran Bisnis Indonesia Bisnis Indonesia Group

Rapid Test DKI Jakarta, 282 dari 17.534 Orang Berpotensi Positif COVID-19

Rapid test COVID-19 di DKI Jakarta menunjukkan 282 dari 17.534 orang ternyata berpotensi positif tertular virus corona jenis baru ini.
Aziz Rahardyan
Aziz Rahardyan - Bisnis.com 31 Maret 2020  |  21:00 WIB
Petugas mengendarai ambulans berisi pasien memasuki Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020). - Antara/Aditya Pradana Putra
Petugas mengendarai ambulans berisi pasien memasuki Rumah Sakit Darurat Penanganan COVID-19 di Wisma Atlet Kemayoran, Jakarta, Selasa (24/3/2020). - Antara/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA – Tes cepat atau rapid test COVID-19 di DKI Jakarta menunjukkan 282 dari 17.534 orang ternyata berpotensi positif tertular virus corona jenis baru ini.

Hal ini diungkapkan Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan COVID-19 Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto di Balai Kota DKI Jakarta pada Selasa (31/3/2020).

Sebanyak 17.534 orang yang menjalani rapid test adalah kalangan prioritas berisiko besar tertular COVID -19 yang tersebar di lima kota administrasi dan Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu.

"Tentu, sebagaimana protokol kesehatan yang berlaku terhadap 282 orang yang dinyatakan positif akan ditindaklanjuti dengan tes swab PCR [Polymerase Chain Reaction] sehingga hasilnya sesuai dengan yang diatur dalam protokol kesehatan," tambahnya.

Penentuan positif atau tidaknya WNI terkait COVID-19 merupakan wewenang pemerintah pusat, rapid test hanya berguna sebagai indikator awal.

Adapun, kalangan prioritas yang dapat melakukan rapid test menurut Pemprov DKI Jakarta yakni tenaga medis dan kesehatan yang memiliki risiko tinggi tertular COVID-19, dan merupakan garda depan penanganan penyakit tersebut di puskesmas atau seluruh rumah sakit di Jakarta.

Harapannya, dengan adanya rapid test, para petugas yang menangani langsung pasien-pasien COVID-19 ini memiliki rasa tenang. Selain itu, bagi petugas yang telah memiliki gejala COVID-19 dan dinyatakan positif lewat rapid test, bisa ditangani lebih cepat.

"Untuk tenaga kesehatan [di Jakarta] yang positif terinfeksi COVID-19 sebanyak 81 orang yang tersebar di 30 rumah sakit," tambahnya.

Kalangan prioritas selanjutnya, yakni masyarakat yang beratatus orang dalam pemantauan (ODP) dan pasien dalam pengawasan (PDP), yang diduga kuat pernah berkontak dengan pasien positif COVID-19.

Denghan langkah ini, diharapkan penyebaran COVID-19 bisa lebih mudah ditekan apabila ODP atau PDP yang punya hubungan dekat dengan pasien positif diketahui statusnya lebih awal.

Sesuai dengan protokol Kementerian Kesehatan, penyidikan epidemiologi (PE) atau tracing dari pemerintah daerah baru bisa dijalankan apabila seorang WNI telah secara resmi dinyatakan positif COVID-19 oleh pemerintah pusat.

Hingga Selasa (31/3/2020), tercatat 741 orang dinyatakan positif COVID-19 di Jakarta. Sebanyak 49 orang dinyatakan telah sembuh dan 84 orang meninggal, sedangkan yang masih menunggu hasil tes swab laboratorium sebanyak 640 orang.

Jumlah ODP berjumlah 2.302 orang di mana 499 masih dipantau, 1.803 sudah selesai dipantau dan PDP 1.086 orang di mana 747 masih dirawat, 339 sudah pulang perawatan.

Pemprov DKI mengimbau warga yang pernah berkontak dengan pasien positif Covid-19 sehingga menjadi ODP kemudian memiliki gejala Covid-19, baiknya segera melapor ke call center Jakarta Tanggap Covid-19, yakni hotline 112 atau 119, atau nomor 081388376955.

Nantinya, tim jajaran Kementerian Kesehatan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta yang akan menjemput bola, turun ke tempat isolasi diri tempat warga tersebut berada.

Warga yang melapor tersebut akan ditelusuri kemungkinannya pernah berkontak dengan kasus positif yang mana. Kemudian, tim Dinkes akan menindaklanjuti apakah akan diberikan rapid test atau perlu secepatnya dijemput dan dirawat di fasilitas kesehatan terdekat untuk menjalani rapid test di tempat tersebut.


Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :

Virus Corona covid-19 rapid test
Editor : M. Syahran W. Lubis
Bisnis Indonesia bersama 3 media menggalang dana untuk membantu tenaga medis dan warga terdampak virus corona yang disalurkan melalui Yayasan Lumbung Pangan Indonesia (Rekening BNI: 200-5202-055).
Ayo, ikut membantu donasi sekarang! Klik Di Sini untuk info lebih lengkapnya.

Bergabung dan dapatkan analisis informasi ekonomi dan bisnis melalui email Anda.

Artikel Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Download Aplikasi E-Paper sekarang dan dapatkan FREE AKSES selama 7 hari!

BisnisRegional

To top